Bursa Saham

Update Pengalihan Saham Buyback PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA

209
×

Update Pengalihan Saham Buyback PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melaporkan tidak adanya aktivitas pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri selama periode 1 Januari 2026 hingga 30 Juni 2026. Data tersebut disampaikan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen perusahaan menegaskan bahwa selama semester pertama tahun 2026, jumlah saham treasuri yang dialihkan kembali tercatat nihil. Selain itu, tidak ada pihak mana pun yang menerima pengalihan saham dari perseroan dalam kurun waktu tersebut.

Meski demikian, DSSA memiliki catatan akumulasi pengalihan saham treasuri yang signifikan sebelum periode pelaporan ini. Hingga saat ini, perusahaan telah mengalihkan sebanyak 620.375.000 lembar saham hasil buyback.

Aksi korporasi tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp 794,08 miliar bagi kas perusahaan. Dana ini diperoleh dari rangkaian transaksi pengalihan saham treasuri yang dilakukan pada periode-periode sebelumnya.

Direktur DSSA, David Fernando Audy, menjelaskan bahwa volume pengalihan saham tersebut telah disesuaikan dengan aksi pemecahan saham (stock split). Perusahaan diketahui telah melakukan stock split dengan rasio 1:25.

Berdasarkan penyesuaian rasio tersebut, sisa saham hasil buyback yang masih harus dialihkan kembali oleh DSSA tercatat sebanyak 37.905.956.750 saham. Jumlah ini mencerminkan kewajiban perusahaan untuk mengelola sisa aset saham yang masih tersimpan di kas treasuri.

Apabila dihitung sebelum memperhitungkan dampak pemecahan saham, sisa saham yang wajib dialihkan tersebut berjumlah 1.516.238.270 saham. Angka ini menjadi acuan bagi investor dalam memantau sisa kepemilikan saham treasuri milik emiten tersebut.

Di sisi lain, pergerakan harga saham DSSA menunjukkan tren positif di pasar modal. Pada penutupan perdagangan Senin (13/7), harga saham DSSA menguat sebesar 5,10 persen.

Peningkatan tersebut membawa harga saham DSSA bertengger di level Rp 825 per lembar saham. Pergerakan harga ini terjadi di tengah dinamika pasar yang juga menyoroti sejumlah emiten lain yang terlibat dalam daftar High-Cap Stocks (HCS).

Pihak manajemen DSSA berkomitmen untuk terus memberikan transparansi terkait pengelolaan saham treasuri kepada pemegang saham dan masyarakat luas. Laporan berkala ini merupakan bagian dari kewajiban emiten untuk mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana perseroan untuk melakukan pengalihan kembali sisa saham treasuri tersebut pada semester kedua tahun 2026. Para investor diharapkan tetap memantau keterbukaan informasi resmi yang dirilis perusahaan melalui platform BEI untuk mendapatkan pembaruan data yang akurat.

Kondisi keuangan perusahaan serta kebijakan strategis mengenai saham treasuri akan terus dipantau seiring dengan perkembangan kinerja operasional DSSA ke depannya. Kepatuhan terhadap aturan pelaporan menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik di pasar modal domestik.