NewsPeristiwaStartup

Jack Ma Dipaksa Mundur dari Ant Group

×

Jack Ma Dipaksa Mundur dari Ant Group

Sebarkan artikel ini
Xi Jinping Maju ‘Tendang’ Jack Ma dari Perusahaannya Sendiri Ant Group

Beijing – Jack Ma, pendiri sekaligus mantan CEO Ant Group, resmi tersingkir dari perusahaan yang telah ia dirikan.

Hal ini merupakan hasil dari restrukturisasi yang dilakukan oleh Ant Group atas tekanan pemerintah China.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Bank Sentral China menghapus status pemegang saham pengendali Ant Group, yang sebelumnya dipegang oleh Jack Ma.

Akibatnya, hak suara Jack Ma di Ant Group menyusut dari 53,46 persen menjadi hanya 6,21 persen.

“Ketika mengumumkan restrukturisasi pada Januari 2023, Ant Group mengungkapkan struktur kepemilikan saham baru akan lebih transparan dan terdiversifikasi, serta memfasilitasi perkembangan perusahaan yang lebih stabil,” tulis laporan South China Morning Post (SCMP).

Keputusan ini merupakan hasil dari tekanan pemerintah China terhadap Ant Group terkait dugaan anti-monopoli hingga desakan perombakan bisnis.

Pemerintah China juga menghapus status pemegang saham pengendali Alipay, dompet digital besutan Ant Group yang populer di China.

Jack Ma telah menjadi tokoh yang kontroversial di China sejak ia mengkritik regulator China pada akhir Oktober 2020. Kritik tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap pemerintah Presiden Xi Jinping.

Akibat kritik tersebut, Ant Group batal melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Shanghai pada November 2020. IPO tersebut rencananya akan menjadi IPO terbesar di dunia dengan nilai mencapai US$37 miliar.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

News

Deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Vasco, ditunda jelang pendaftaran ke KPU. Keputusan ini diambil agar Mahyeldi dan Audy Joinaldy dapat fokus menjalankan roda pemerintahan.

Industri

Kota Padang menunjukkan komitmennya terhadap investasi dengan mempermudah perizinan usaha. Tim Satgas khusus melayani investor, didukung layanan one stop service dan branding “Clean and Clear”. Investasi diharapkan meningkatkan perekonomian, menambah PAD, dan membuka lapangan kerja.