IndustriLifestylePropertiTravel

Manajemen Hotel Keluhkan Soal Batas Berlaku Tes Covid

×

Manajemen Hotel Keluhkan Soal Batas Berlaku Tes Covid

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto : Internet
Ilustrasi. Foto : Internet

Padang – Manajemen perhotelan saat ini mengeluhkan aturan dari masa berlaku Rapid Test yang dipersingkat selama PPKM. Hal tersebut membuat wisatawan enggan untuk melakukan mobilitas.

General Manager Hotel Rangkayo Basa Padang Widadi menyebutkan, jika pendapatan pihaknya secara Year to Date (YtD) masih dapat dikatakan positif, dan masih mampu menutupi kebutuhan operasional.

Namun, kondisi persentase margin bersih dari Hotel Rangkayo Basa sempat mengalami penurunan dan mengharuskan diberlakukannya subsidi pada Juni hingga Agustus 2020 lalu.

“Selama PPKM justru lebih parah sebab syarat pengketatan aturan yang ada membuat para pengunjung atau traveller enggan untuk melakukan mobilitas,” kata Widadi di Padang, Jumat 27 Agustus 2021.

Belum lagi, kata Widadi, mahal dan singkatnya masa berlaku tes Covid-19.

“Tidak seperti sebelum adanya PPKM, yaitu hasil Rapid Test yang dapat digunakan hingga 14 hari,” sebut Widadi.

Widadi melanjutkan, sejatinya pendapatan dari perhotelan tidak hanya dari penginapan saja, namun juga bersumber dari reservasi ruang pertemuan dan restoran.

Namun, untuk memenuhi aturan pemerintah, kapasitas restoran dan ruang pertemuan turun menjadi 50 persen.

“Hal ini tentunya sangat berdampak dengan pendapatan yang juga akan menurun sebagian dari biasanya,” kata Widadi.

Tutupi Kekosongan Pendapatan, Buat Promo ! 

Hotel Rangkayo Basa Padang sendiri berupaya untuk menutupi kekosongan pendapatan selama PPKM, melalui promo, salah satunya pada sektor makanan.

Adapun promo menu disiapkan, seperti promo lunch box yang dijual pada sejumlah gerai dengan kisaran harga Rp 25 ribu.

“Adanya promo makanan seperti lunch box ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan secara keseluruhan. Harga pasar dan kebutuhan naik sehingga kesulitan juga untuk menaikkan harga jual. Akan tetapi, setidaknya dapat memanfaatkan ketenagakerjaan yang ada dan dapat meningkatkan produktivitas karyawaan,” kata Widadi.

Sedangkan untuk reservasi kamar, Hotel Rangkayo Baso menawarkan potongan harga.

“Contohnya, diskon lipaat ganda hingga diskon 45. Early check-in yang biasanya meminta biaya lebih, di masa pandemi terutama PPKM ini Hotel Rangkayo Basa membebaskan pengunjung dari biaya tersebut,” sebut Widadi.

Harapan kepada Pemerintah

Agar dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan laju perkembangan pelaku usaha hotel, Widadi mengharapkan adanya kemudahan yang pemerintah berikan. Di antaranya penundaan pembayaran pajak dan listrik.

Widadi juga menyebutkan perlunya kelonggaran syarat bagi pengunjung, terutama yang melakukan perjalanan jauh. Salah satunya pada syarat untuk kewajiban PCR sebagai syarat perjalanan.

“Kalau biasa ditiadakan atau setidaknya dikurangi karena hal ini yang memberatkan pengunjung,” kata Widadi.

Kejalasan informasi yang tepat terkait syarat-syarat tersebut dan waktu PPKM ini juga diperlukan karena ini juga menyangkut rasa minat masyarakat untuk melakukan perencanaan perjalanan.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

Industri

Penjualan mobil di Indonesia turun 21% pada Mei 2024. Gaikindo merevisi target penjualan dan mengusulkan solusi jangka pendek dan panjang untuk mengatasi jebakan pasar mobil domestik 1 juta unit