Banda Aceh – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Sumatera mengebut pengerjaan infrastruktur pascabencana di Aceh. Sebanyak lima jembatan strategis ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada Juli 2026 mendatang.
Kelima jembatan vital tersebut adalah Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen, Krueng Meureudu, Ulee Langa, Lawe Mengkudu I, serta Pantai Dona. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung konektivitas yang menghubungkan wilayah barat dan timur Aceh.
Salah satu progres signifikan terlihat pada pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Bireuen. Per 19 Mei 2026, konstruksi jembatan berangka baja tersebut tercatat sudah mencapai 51 persen.
PPK 1.3 Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh, Isnanda, memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Pihaknya kini tengah menyiapkan pemasangan material girder baja yang sudah tersedia di lokasi proyek.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan proses erection girder baja dari abutment satu menuju pilar satu sebagai bagian penting dari penyelesaian konstruksi jembatan,” ujar Isnanda, Rabu (20/5/2026).
Pembangunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang selama ini masih bergantung pada jembatan darurat Bailey. Isnanda menegaskan, jembatan permanen nantinya akan meningkatkan aspek keselamatan serta memperlancar distribusi logistik di jalur lintas nasional.
Pemerintah tidak hanya fokus pada lima jembatan tersebut, tetapi juga tengah memacu rehabilitasi 14 jembatan lainnya. Sejumlah proyek yang ditargetkan selesai Desember 2026 itu di antaranya Jembatan Lumut, Teupin Mane, Krueng Beutong, Titi Merah, Jamur Mesin 7, Lenang, hingga Gampong Salah Sirong Jaya.







