Tutup
Perbankan

20% Modal Danantara Bakal Dipakai Investasi Luar Negeri

217
×

20% Modal Danantara Bakal Dipakai Investasi Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
20%-modal-danantara-bakal-dipakai-investasi-luar-negeri
20% Modal Danantara Bakal Dipakai Investasi Luar Negeri

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk mengalokasikan sebagian dari modalnya ke luar negeri sebagai bagian dari strategi ekspansi global.Rencana ini diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani.

Menurut Rosan, alokasi investasi di luar negeri akan mencapai 20 persen dari total modal yang dimiliki Danantara. “Danantara ini kita fokusnya, tentunya kita investasi di awal ini di Indonesia. Tapi kita lihat, mungkin kita lihat antara 80-20 persen lah.80 persen ada di indonesia, 20 persen kita investasi di luar negeri,” ujarnya pada Sabtu (14/6/2025).

Rosan menjelaskan bahwa mayoritas modal Danantara, yaitu 80 persen, akan difokuskan pada proyek-proyek strategis di dalam negeri, terutama di sektor-sektor prioritas. Prioritas investasi di dalam negeri didasarkan pada potensi dan kebutuhan pembangunan yang besar untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.Investasi di luar negeri, menurut Rosan, dianggap penting untuk memperkuat posisi Danantara sebagai pemain global dan mendukung peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Dengan modal mencapai USD 7 miliar yang bersumber dari dividen, Danantara diperkirakan mampu melakukan pengungkit (leverage) hingga lima kali lipat, yang setara dengan potensi dana investasi USD 35 miliar per tahun. Dalam jangka waktu lima tahun, potensi dana yang bisa digerakkan mencapai USD 175 miliar, yang akan dimanfaatkan untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Sebelumnya, pada Rabu (21/5/2025), dalam Asian Insight Conference 2025 di Hotel Mulia, Jakarta, Rosan juga menyampaikan bahwa keberadaan Danantara telah meningkatkan keyakinan investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. “Justru dengan adanya Danantara ini, saya bicara dengan banyak potential investor atau investor yang ada foreign direct investment, mereka justru menjadi lebih yakin,” katanya.

Rosan menambahkan bahwa Danantara yang 100 persen dimiliki pemerintah dapat diartikan sebagai jaminan negara terhadap investasi yang akan dilakukan. “Bahwa ini adalah proyek yang baik dan benar, dan tentunya baik secara perizinan, permit, segala macam, itu harus kita bisa accelerate dengan baik dan benar,” tuturnya.

Selain itu, Danantara juga berencana untuk menandatangani kerja sama investasi dengan Jepang, China, dan Malaysia dalam waktu dekat. Rosan menyatakan, “Saya melihat mungkin dalam waktu dua minggu ini atau tiga minggu ini kita akan ada tanda tangan juga dengan joint fund dengan beberapa negara juga dengan Jepang, saya lihat dengan China, dengan Malaysia.” Diskusi juga sedang berlangsung dengan satu atau dua negara lain untuk potensi kerja sama serupa.