Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

40 Ribu Lebih Sapi Impor Masuk RI, Siap Pasok Program MBG

673
×

40 Ribu Lebih Sapi Impor Masuk RI, Siap Pasok Program MBG

Sebarkan artikel ini
40-ribu-lebih-sapi-impor-masuk-ri,-siap-pasok-program-mbg
40 Ribu Lebih Sapi Impor Masuk RI, Siap Pasok Program MBG

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikebut pemerintah dengan mendatangkan investasi peternakan sapi. sebanyak 40.500 ekor sapi impor telah masuk ke Indonesia melalui skema investasi.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, impor sapi ini merupakan bagian dari target 150 ribu ekor untuk mendukung program MBG.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan, investasi ini menarik karena adanya pasar baru dari program MBG. Presiden terpilih Prabowo Subianto menginginkan susu menjadi salah satu menu utama program tersebut.

“Kenapa investasi ini menarik bagi investor, baik dalam maupun luar negeri? karena ada emerging market, yaitu MBG,” ujar Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (16/9).

Sudaryono menambahkan, pemerintah tidak lagi menggunakan APBN untuk peternakan sapi, melainkan mengundang investasi.

Dari target 150 ribu ekor, realisasi investasi saat ini mencapai 11.500 ekor sapi perah untuk kebutuhan susu dan 29 ribu ekor sapi pedaging.

Sentra produksi susu akan diarahkan untuk menyuplai kebutuhan program MBG. Daerah yang belum memiliki produksi susu akan mendukung program dengan menyediakan sumber protein lain tanpa mengandalkan impor.

Kementan turut mendampingi investor mulai dari perizinan hingga penyediaan lahan. Sejumlah negara seperti Brasil, Vietnam, dan Argentina telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di sektor peternakan sapi.

Pemerintah telah mengidentifikasi 1,5 juta hektare lahan yang bisa ditawarkan kepada investor. Lahan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk milik perusahaan BUMN seperti PT Berdikari, Perum Perhutani, hingga PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Sudaryono menegaskan, kebijakan peternakan sapi saat ini digerakkan oleh investasi, sejalan dengan kebutuhan besar dari program MBG.