Tutup
EnergiNewsPerdagangan
64
×

Sebarkan artikel ini

Memahami Makna di Balik Perang Iran Vs Israel plus Amerika

Oleh : Dr. Anton Permana
(Dari Tanhana Dharma Mangruva Institute)

Catur politik dunia sedang dimainkan, dan ini sebagai bukti bahwa dunia global bukanlah ruang hampa semata

Tetapi, ada aktor utamanya, ada sutradaranya, dan juga ada yang selalu menjadi korban delusinya

Perang yang sedang terjadi di timur tengah antara Iran Vs Israel plus Amerika, adalah bahagian dari bentuk konflik rivalitas hegemoni politik global

Antara Sang Super Power dengan si Penantang utamanya Iran sejak Revolusi Islam Iran pecah 47 tahun yang lalu

Ini bukan perang biasa,
Ini perang tentang kuasa dan kendali hegemoni

Yaitu hubungan antara polisi dan super power dunia dengan penentangnya

Tentang kendali hegemoni politik dan pemerintahan agar suatu negara yg berdaulat, tunduk , patuh atau di habisi ?

Tentang kendali sumber daya alam energi, berbagi atau di habisi ?

Tentang kendali industri trading dan dolar currency, tetap ikut bergabung atau di habisi ?

Ketiga hal ini adalah, alat kontrol dan standarisasi Sang Super Power mengendalikan dunia global

Siapa yang ikut akan selamat, siapa yang tidak ikut akan di jatuhkan dan di ganti dengan proxy-proxy pemerintahan yang sudah mereka siapkan

Saddam Husein di Irak, Khadafi di Libya, Mussi di Mesir, Fidel Castro di Kuba, Chaves dan Maduro di Venezuela, serta Brazilia, Chili, Nepal, Sudan, Somalia, Bangladesh, adalah contoh negara2 yang mereka jatuhkan dan porak porandakan terkait 3 hal diatas tadi

Lalu bagaimana dengan Rusia, China, dan Korea Utara ?

Begitulah licik dan cerdiknya Amerika. Mereka tak akan pernah memerangi langsung negara yang siap perang dan punya senjata

Proxy dan sanksi global adalah kartu mereka untuk menggembosi negara negara itu secara perlahan

Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Begitu juga dalam catur politik global hari ini

Setiap negara dan kawasan punya karakter sendiri dalam mempertahankan masa depan negaranya

Iran hari ini adalah salah satu bentuk logis dari sebuah konsekuensi pilihan politik nasionalnya untuk berjuang, bertahan dan mempertahankan kedaulatan negaranya dan berhadapan langsung dengan Amerika, dimana Israel adalah proxynya di kawasan timur tengah

Sulit memisahkan antara Amerika dan Israel. Ibaratnya Amerika adalah Israel kecil, sedangkan Israel adalah si Amerika besar.

Artinya, Iran akan menjadi bandul utama dari bidak catur politik global kedepan, di tengah berbagai macam spekulasi politik dari berbagai pengamat dan analis

Intinya hari ini adalah, topeng kemunafikan dunia global hari ini terbuka. Kita semua di nina bobok kan dengan bahasa manis stabilitas, demokrasi, HAM, kebebasan, kemerdekaan dan persaudaraan. Ternyata itu semua hanya kamuflase elit global dalam mengontrol dan menata dunia ini untuk mempertahankan hegemoninya

Maka jadilah mereka sebagai si Tuan Besar yang bisa berbuat apa saja. Dan jadilah kita masyarakat dunia ke tiga ini sebagai jongos2 munafik yang terhipnotis sebagai pemuja muja mereka. Melalui apa ??

Melalui buku, film, berita, opini, sejarah, kurikulum, gaya hidup, pikiran, cara berpikir, bahkan cara hidup pun kita adopsi tanpa kita sadari.

Itulah yang di sebut perbudakan moderen. Diantara mimpi dan bayangan hidup matrelistis yang hedonis.

Iran, Palestina, adalah contoh bangsa yang tidak mau tunduk akan semua permainan itu. Meski mereka harus meregang nyawa dan negaranya di porak porandakan.

Duka dan perjuangan Iran serta Palestina hari ini adalah nyata, bukan film dan sinema.

Derita demi sebuah kehormatan, lebih baik dari kemegahan tapi berbungkus kemunafikan dan berjiwa pengecut

Tapi semua adalah pilihan. Tetap jadi jongos perbudakan moderen dunia global, atau menjadi pejuang dan martir perlawanan atas nama penjajahan

Ingat, roda dunia pasti berputar. Kekuasaan itu semua pasti di pergilirkan. Sejarah telah mencatat semuanya. Ada saatnya imperium Roma berkuasa, ada masanya kekhalifahan Islam yang berkuasa, dan juga ada fasenya imperium Mongolia jadi penguasa dunia.

Saat ini, Amerika dan sekutunya yang sedang berkuasa. Kita tidak tahu berapa lama mereka akan berkuasa ?

Tapi yang jelas saat ini, sudah mulai muncul kesadaran kolektif perlawanan dari berbagai macam negara di dunia yang di pelopori China, Rusia, Korea Utara, dan seterusnya.

Lalu bagaimana dengan Indonesia ?? Hhmmm sulit dan rumit untuk menjawabnya..

Bagaimana kita menjawabnya, karena publik tahunya, ketika untuk mengurus sebuah ijazah, dan menangkap seorang bernama Silvester Maututina saja negara ini seolah tidak berdaya ? Bagaimana untuk berdiri tegak menjadi pemimpin dunia ??

Semua kembali pada pemimpin kita hari ini.

Bapak Jendral Prabowo Subiyanto.

Cukup sudah basa basinya, Negara ini butuh pemimpin yang jujur, kuat, tegas, visioner, dan juga mampu meyakinkan masyarakatnya bahwa, negara ini layak untuk menjadi pemimpin dunia kedepannya.

Karena segala potensi dan peluang itu ada di negara dan bangsa kita.

Sekarang tinggal, komitmen dan keteguhan hati pemimpinnya.

Dunia saat ini tidak sedang baik/baik saja. Musuh ada dimana-mana, baik dari dalam dan dari luar sana.

Ini momentumnya untuk menentukan pilihan,

Bangkit bersama atau punah !!!

Salam Indonesia Jaya !

Jeddah, 02 Maret 2026

*) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis