Tutup
NewsPeristiwa

80 Tahun Sumbar: Pertumbuhan Ekonomi Terendah, Pengusaha Bilang Begini

255
×

80 Tahun Sumbar: Pertumbuhan Ekonomi Terendah, Pengusaha Bilang Begini

Sebarkan artikel ini

Pengusaha nasional berdarah Minang, Jefri Nedi, menyebut angka ini harus menjadi pemantik bagi gerakan bersama.

Padang – Di tengah perayaan 80 tahun usia Provinsi Sumatra Barat, kabar mengejutkan datang dari sektor ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar tercatat hanya 3,94 persen, menjadi yang terendah di Pulau Sumatra.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pengusaha Minang.

Angka PE yang memprihatinkan ini terungkap saat peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar di Paripurna DPRD, Rabu (1/10/2025).

Pengusaha nasional berdarah Minang, Jefri Nedi, menyebut angka ini harus menjadi pemantik bagi gerakan bersama.

Ia mendesak pemerintah daerah dan pengusaha untuk berbenah total.

“Jangan patah arang dengan fakta PE segitu, tapi jadikan pemantik kerja keras semua pemangku kepentingan di Sumbar,” tegas Jefri.

Jefri Nedi menilai sinergi antara Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati sangat krusial.

Pemerintah daerah harus membuka peluang investasi seluas-luasnya dengan memangkas birokrasi yang berbelit dan mahal.

“Harus ramah dan mudah serta transparan kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di Sumbar,” tambahnya.

Potensi Sumbar yang melimpah, mulai dari kekayaan alam hingga sumber daya manusia yang kreatif dan berjiwa dagang, seharusnya bisa mendongkrak PE.

Jefri optimistis Sumbar dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 7,5 persen dalam satu hingga tiga tahun ke depan.

Syaratnya, pemerintah daerah harus bekerja keras dan berkolaborasi dengan perantau Minang yang sukses di tingkat nasional.

“Saya dan banyak kawan pengusaha serta saudagar berdarah Minang sangat optimis PE Sumbar satu dua tahun ini akan terkatrol, asal pemegang kekuasaan di Sumbar mau kerja keras dan berkolaborasi dengan perantau Minang yang sudah banyak jadi orang di nasional,” pungkasnya.