Tutup
News

Ahmad Azmy Jadi Guru Besar Manajemen SDM Paramadina

224
×

Ahmad Azmy Jadi Guru Besar Manajemen SDM Paramadina

Sebarkan artikel ini
prof-ahmad-azmy-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-universitas-paramadina-bidang-manajemen-sdm
Prof Ahmad Azmy Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Paramadina Bidang Manajemen SDM

Jakarta – Universitas Paramadina menambah deretan guru besar dengan dikukuhkannya Ahmad Azmy sebagai Guru Besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Paramadina Cipayung.Acara pengukuhan ini menandai perkembangan kapasitas akademik Universitas Paramadina, khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan nasional.

Dalam orasi ilmiahnya, Ahmad Azmy menyampaikan gagasannya tentang “Employee Happiness Strategy untuk menunjang Organizational Performance Menuju Indonesia Sejahtera”. Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan karyawan bukan hanya sekadar aspek emosional, tetapi juga komponen penting yang berhubungan dengan produktivitas dan profitabilitas perusahaan.

“Kebahagiaan karyawan merupakan fungsi integral. Korelasi kebahagiaan dalam bekerja pasti akan mengarah pada tren kenaikan laba,” ujar Azmy. Ia menambahkan bahwa indeks kebahagiaan dapat menjadi parameter strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi.

Ahmad Azmy juga menekankan pentingnya peran manajer dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Menurutnya, kesejahteraan psikologis karyawan harus menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan organisasi jangka panjang.

“Kebahagiaan karyawan harus dirasakan di tempat kerja sebagai stimulator pekerjaan dan penggerak kualitas bisnis,” jelasnya. Ia mengajak seluruh organisasi untuk menempatkan kesejahteraan mental karyawan sebagai prioritas strategis.

Rektor universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengapresiasi pencapaian Ahmad Azmy dan menyebutkan bahwa hanya sekitar 2 persen dosen di Indonesia yang berhasil meraih gelar Guru Besar.

“Menjadi Guru Besar memerlukan dedikasi dan ketekunan luar biasa. Perjalanan ini bukan akhir, tapi awal untuk terus berkarya dan memberi kontribusi. Saya berharap paling tidak ada 14 calon Guru Besar lainnya dari Paramadina yang menyusul dalam 1-2 tahun ke depan,” ungkap Didik.

Dian Rusdiana, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah 3, juga memberikan apresiasi atas capaian akademik Ahmad Azmy.

“Gelar Guru besar bukan hanya pencapaian pribadi,tetapi kontribusi besar bagi institusi dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia,” kata Dian Rusdiana. Ia menekankan bahwa Universitas Paramadina konsisten menunjukkan komitmen dalam melahirkan akademisi berkualitas.Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, Arif Budimanta, menyampaikan bahwa penelitian Ahmad azmy memiliki relevansi dengan visi para pendiri bangsa.

“Kalau dalam matematika disebut tautologi, maka kebahagiaan karyawan adalah sebab sekaligus akibat dari tercapainya masyarakat adil dan makmur yang dicita-citakan para pendiri bangsa,” ujar Arif Budimanta.

Anies baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, turut hadir dan menyampaikan pandangannya tentang pentingnya integritas dan meritokrasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan.

“Meritokrasi menghadirkan perasaan kesetaraan kesempatan dan penghargaan atas prestasi. Ini menjadi dasar hadirnya kepuasan dalam organisasi, negara, dan masyarakat,” kata Anies.

Pengukuhan Ahmad Azmy sebagai Guru Besar menjadi pencapaian penting bagi Universitas Paramadina dalam membangun reputasi sebagai institusi akademik yang memajukan ilmu pengetahuan. Pengukuhan ini menunjukkan komitmen Universitas Paramadina untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Dengan bertambahnya Ahmad Azmy sebagai Guru Besar,Universitas Paramadina semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul.