Tutup
News

AS-China Bertemu di London, Bahas Sengketa Dagang dan Logam Tanah Jarang

213
×

AS-China Bertemu di London, Bahas Sengketa Dagang dan Logam Tanah Jarang

Sebarkan artikel ini
as-china-bertemu-di-london,-bahas-sengketa-dagang-dan-logam-tanah-jarang
AS-China Bertemu di London, Bahas Sengketa Dagang dan Logam Tanah Jarang

London – amerika Serikat dan China menggelar pertemuan tingkat tinggi pada Senin (9/6/2025) di london, berupaya mencari jalan keluar dari ketegangan perdagangan yang semakin meruncing. Perselisihan yang awalnya terbatas pada tarif pembalasan, kini meluas hingga pembatasan ekspor logam tanah jarang, yang berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Pembicaraan yang berlangsung di Lancaster House ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang sempat dicapai di Jenewa bulan lalu,yang sempat meredakan ketegangan antara kedua negara.Namun, setelah kesepakatan tersebut, Amerika Serikat menuduh China tidak segera memenuhi komitmennya, terutama terkait pengiriman logam tanah jarang. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan bahwa Amerika Serikat mengharapkan hasil konkret dari China setelah pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada pekan sebelumnya. “Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk memastikan keseriusan pihak Tiongkok, dan benar-benar menjabat tangan,” ujarnya kepada CNBC. Hassett menambahkan, jika kesepakatan tercapai, kontrol ekspor diperkirakan akan dilonggarkan dan logam tanah jarang akan dilepas dalam jumlah besar ke pasar.

Pembicaraan dijadwalkan berlangsung hingga hari Selasa, di tengah situasi yang genting bagi kedua negara. Investor berharap pertemuan ini dapat meredakan serangkaian perintah tarif dari Presiden trump sejak ia kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari.

Data ekonomi menunjukkan perlambatan ekspor China ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada bulan Mei, sementara indeks harga produsen (PPI) mencatat deflasi terdalam dalam dua tahun terakhir.

Di pihak Amerika Serikat, perang dagang telah menekan kepercayaan bisnis dan rumah tangga. Produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama mengalami kontraksi akibat lonjakan impor yang dipicu kekhawatiran kenaikan harga. Meskipun dampak inflasi sejauh ini masih terkendali dan pasar tenaga kerja tetap tangguh, sejumlah ekonom memperkirakan tekanan akan semakin terasa memasuki musim panas.

Delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan ini terdiri dari Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang jamieson Greer. Sementara itu, delegasi China dipimpin oleh wakil perdana Menteri He Lifeng.

Kehadiran Howard Lutnick, pejabat yang bertanggung jawab atas kontrol ekspor, mengindikasikan betapa pentingnya isu logam tanah jarang. Saat ini, China menguasai hampir seluruh pasokan global magnet tanah jarang, komponen vital dalam motor kendaraan listrik dan teknologi tinggi lainnya.