Tutup
News

Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

198
×

Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

Sebarkan artikel ini
bank-mandiri-taspen-terbitkan-obligasi-rp-3-triliun
Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

Jakarta – Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp 3 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pembiayaan kredit pensiunan dan pemberdayaan ekonomi pensiunan di seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan layanan keuangan bagi para pensiunan. “Ini bentuk nyata komitmen Bank Mandiri Taspen dalam mendukung pengembangan wirausaha pensiunan,” ujarnya saat Investor gathering di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk membiayai pertumbuhan kredit pensiun, yang ditargetkan meningkat sebesar 11,6 persen pada tahun 2025. saat ini, Bank Mandiri Taspen mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 51,6 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar Rp 5,4 triliun. Dalam upaya menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri Taspen menerapkan sejumlah strategi kunci. Salah satunya adalah optimalisasi basis nasabah eksisting,terutama yang berasal dari daftar pembayaran manfaat pensiunan (Dapem non-loan) yang telah memiliki hubungan aktif dengan bank.Selain itu, bank juga berupaya meningkatkan kontribusi dari produk-produk unggulan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan auto loan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio kredit.

Bank Mandiri taspen juga memperkuat sinergi dengan PT Taspen untuk memperluas akuisisi rekening pensiunan. Kolaborasi dengan Bank Mandiri juga dijalin untuk menjangkau nasabah payroll yang akan memasuki masa pensiun dalam tiga tahun mendatang. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dijalankan secara ketat, termasuk melalui proses verifikasi kesehatan dan evaluasi berkala berdasarkan profil risiko, khususnya pada segmen pensiunan.penguatan manajemen risiko dilakukan melalui monitoring aktif terhadap nasabah non-performer agar rasio kredit bermasalah atau NPL tetap terkendali.

“Dengan strategi tersebut, kami optimistis target pertumbuhan kredit bisa dicapai secara terukur dengan tetap menjaga kualitas aset dan mendukung kinerja keuangan,” kata Maswar.

Direktur Finance, Risk, and Operations Bank Mandiri Taspen, Putu Apriyanto, menambahkan bahwa penerbitan obligasi ini juga bertujuan untuk memperbaiki struktur pendanaan bank dengan menurunkan biaya dana atau cost of fund. Ia menjelaskan bahwa struktur pendanaan yang lebih efisien akan meningkatkan daya saing Bank Mantap dalam memperluas penetrasi pasar pensiunan.

direktur Capital markets Mandiri Sekuritas,Silva Halim,menjelaskan bahwa penerbitan obligasi PUB II akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, obligasi senilai Rp 1,5 triliun akan diterbitkan pada Juli 2025.

Tahap kedua dengan nilai yang sama dijadwalkan pada April 2026. Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan tenor tiga tahun dan indikasi kupon 6,30 persen hingga 7,00 persen, serta Seri B dengan tenor lima tahun dan indikasi kupon 6,40 persen hingga 7,10 persen.

Tahapan penerbitan dimulai dengan periode book building pada 11-18 Juni 2025. Masa penawaran umum PUB II Tahap I berlangsung pada 1 Juli 2025, dengan penjatahan pada 2 Juli dan penyelesaian pembayaran dari investor pada 3 Juli. Distribusi obligasi dilakukan pada 4 Juli dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 7 Juli 2025.