Jakarta – PT Timah Tbk telah menyetujui pembagian dividen senilai Rp 474.658.213.034, yang mencakup 40 persen dari total laba perusahaan untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di jakarta pada Kamis (12/6/2025).Menurut hasil RUPST, sisa laba tahun buku 2024 sebesar 60 persen atau senilai Rp 711.987.319.551 akan dialokasikan sebagai saldo laba yang belum dicadangkan. Dividen yang akan diterima oleh setiap pemegang saham ditetapkan sebesar Rp 63,73 per lembar saham.”Dividen harus telah diterima oleh para pemegang saham dalam jangka waktu paling lambat 30 hari sejak tanggal keputusan RUPS mengenai dividen diputuskan,” demikian pernyataan yang tercantum dalam ketentuan pembayaran yang disepakati dalam RUPST.
Sebelumnya, PT Timah Tbk melaporkan kinerja keuangan yang positif untuk tahun 2024, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 1,19 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 364 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perusahaan mengalami rugi bersih sebesar Rp 449,67 miliar.
Pada kuartal pertama tahun 2025, PT Timah tbk juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 116,86 miliar, yang setara dengan 120 persen dari target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Dari segi produksi, volume bijih timah yang dihasilkan pada tahun 2024 tercatat sebanyak 19.437 ton, mengalami peningkatan dibandingkan dengan produksi tahun 2023 yang sebesar 14.855 ton. Peningkatan juga terlihat pada produksi logam timah, yang naik dari 15.340 metrik ton pada tahun 2023 menjadi 18.915 metrik ton pada tahun 2024.
penjualan timah juga mengalami pertumbuhan, dari 14.385 metrik ton pada tahun 2023 menjadi 17.507 metrik ton pada tahun 2024. Harga jual rata-rata timah juga mengalami kenaikan, dari 26.583 dolar AS per metrik ton menjadi 31.181 dolar AS per metrik ton pada tahun 2024.







