Tutup
News

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sosialisasi di Canduang Agam

185
×

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sosialisasi di Canduang Agam

Sebarkan artikel ini
implementasi-program-makan-bergizi-gratis,-bgn-sosialisasi-di-canduang-agam
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis, BGN Sosialisasi di Canduang Agam

Canduang – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan tujuan mempercepat implementasi program prioritas nasional. Kegiatan ini menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Sosialisasi yang berlangsung di Gedung SKB lasi, Canduang, Agam, pada Selasa (10/6/2025), dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya, anggota Komisi IX DPR RI, perwakilan Balai Besar POM, tenaga ahli gizi, serta tokoh masyarakat setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI,Ade Rezki Pratama,menekankan peran penting BGN dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia. Ia juga menyoroti keberlanjutan program MBG sebagai jaminan kesehatan dan pertumbuhan anak, serta dukungan terhadap ketahanan pangan dan pertanian lokal. “Pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis menjadi penjamin kesehatan dan pertumbuhan anak serta mendukung ketahanan pangan dan pertanian lokal,” ujarnya.

Ade menambahkan, saat ini telah terdapat tiga Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Agam. Ia berharap jumlah SPPG dapat terus bertambah di wilayah lain. “saat ini telah beroperasi sebanyak 3 SPPG di Kabupaten Agam yang berlokasi di Lubuk Basung, Sungai Pua dan Tilatang kama.yang artinya butuh lebih banyak SPPG agar dapat melayani total estimasi penerima manfaat,” jelasnya. Setiap SPPG diharapkan dapat melayani 2000-3000 anak sekolah yang berlokasi di sekolah atau pesantren.

Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Adib Al-Fikry, menjelaskan bahwa program MBG bukan hanya sekadar pembagian makanan. Lebih dari itu, program ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak, mendukung proses belajar, serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi. “Dengan informasi yang jelas, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program, memastikan kualitas makanan yang diberikan, serta menanamkan nilai-nilai pentingnya pola makan sehat dalam keluarga,” katanya.

Adib menambahkan bahwa dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program MBG.Ia mengajak masyarakat yang berminat menjadi mitra dalam program MBG untuk mengikuti alur kemitraan yang telah ditetapkan melalui portal resmi BGN. “Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis dapat meningkatkan akses makanan bergizi, peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan pola makan sehat menuju Indonesia emas di tahun 2045,” jelasnya.

Program MBG bertujuan memberikan akses makan bergizi kepada anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Selain itu, program ini juga bertujuan menekan angka stunting dan gizi buruk, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memberdayakan pelaku usaha lokal.

Sementara itu, PLT Kepala BBPOM, hilda Murni, menyampaikan bahwa peningkatan edukasi gizi menjadi dasar penting dalam pembangunan kesehatan. Hal ini dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang dan fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi balita, anak-anak, dan ibu hamil.Hilda juga menjelaskan peran BPOM dalam menjamin kualitas, keamanan, dan mutu produk makanan yang beredar di masyarakat.”Dalam konteks program Makan Bergizi Gratis (MBG),BPOM bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh makanan yang disediakan telah memenuhi standar keamanan pangan,bebas dari bahan berbahaya,serta memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” terangnya.

Saat ini, SPPG telah berdiri di beberapa wilayah di Sumatera Barat, termasuk tiga unit di Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan, dua di Kota Payakumbuh, serta masing-masing satu unit di Solok, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Pasaman, Kota Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh.