Jakarta – Harga emas global diprediksi akan terus mengalami tren peningkatan, dengan proyeksi mencapai level USD 3.500. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan ekonomi global.
Menurut pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu penguatan harga emas. Ia menyatakan pada Sabtu (14/6/2025),”Ini yang membuat satu gambaran dunia dimana,bahwa tanpa bantuan dari Amerika,Iran secara independen melakukan penyerangan.” Pernyataan tersebut menyoroti eskalasi konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
“Ini yang cukup menarik bagi pasar.Sehingga harga emas dunia terus mengalami penaikan,” imbuh Ibrahim.
Kondisi geopolitik di Eropa, termasuk serangan balasan Rusia terhadap Ukraina setelah serangan terhadap 41 pesawat Rusia, juga berkontribusi pada ketidakpastian pasar global.
Perkembangan perang dagang turut menjadi perhatian. Keputusan terkait biaya impor oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap negara-negara mitra dagang menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dagang antara Amerika dan Tiongkok belum terselesaikan.
Ibrahim menjelaskan, “Ditambah lagi bahwa Trump akan memberlakukan biaya impor sepihak untuk negara-negara yang terdampak biaya impor dengan Amerika. Nah ini yang cukup menarik. Di sisi lain pun juga tentang masalah demonstrasi di Los Angeles.”
Kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Eropa, dan Amerika dinilai mendukung penguatan harga emas dunia.
Sebelumnya, pada Kamis (12/6/2025), harga emas mencapai posisi puncak dalam satu minggu. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan data ekonomi Amerika Serikat yang lebih dingin, memicu spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (the Fed).
Pada Jumat (13/6/2025), harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 3.387,99 per ounce, sementara harga emas berjangka AS menguat 2% menjadi USD 3.410,70.
Peter Grant, Vice President and Senior Metals Strategist Zanier Metals, menyatakan, “Harga emas naik dalam dua hari berturut-turut karena meningkatnya risiko geopolitik. Jika harga emas menembus USD 3.400 lagi, rintangan kecil di USD 3.417 dan USD 3.431 masih ada, tetapi kemungkinan besar akan menembus level tertinggi baru sepanjang masa.”
Data ekonomi AS menunjukkan bahwa harga produsen AS meningkat lebih rendah dari yang diharapkan pada Mei. Jumlah warga AS yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran tidak berubah pada tingkat yang lebih tinggi pekan lalu, mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang terus membaik.
Pelaku pasar melihat peluang 80% penurunan suku bunga The Fed pada September, dengan potensi penurunan suku bunga kedua segera setelah Oktober, dibandingkan Desember seperti yang diperkirakan sebelumnya.







