Tutup
News

Gejolak Timur Tengah dan Protes Anti-Trump Tekan Sentimen Pasar Saham AS

225
×

Gejolak Timur Tengah dan Protes Anti-Trump Tekan Sentimen Pasar Saham AS

Sebarkan artikel ini
gejolak-timur-tengah-dan-protes-anti-trump-tekan-sentimen-pasar-saham-as
Gejolak Timur Tengah dan Protes Anti-Trump Tekan Sentimen Pasar Saham AS

New York – Pasar global menunjukkan kegelisahan menjelang pembukaan pada Minggu malam (15/6/2025), dipicu oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah dan gelombang demonstrasi di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Eskalasi ketegangan terjadi setelah serangkaian serangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada hari Jumat dan Sabtu. Serangan tersebut menyasar fasilitas nuklir dan pabrik rudal, serta dilaporkan menewaskan sejumlah komandan militer. Israel menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Iran merespons dengan serangan udara balasan yang ditujukan ke Israel pada Jumat malam. Ledakan dilaporkan terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv, dua kota utama di Israel.

Pada hari Sabtu (14/6/2025), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa serangan israel akan ditingkatkan. Sementara itu, iran membatalkan perundingan nuklir yang sebelumnya diupayakan oleh Washington sebagai upaya untuk menghentikan pemboman. Laporan juga menyebutkan bahwa Israel menyerang industri minyak dan gas Iran,dengan media pemerintah Iran melaporkan kebakaran di ladang gas.

Konflik ini berdampak pada pasar keuangan pada jumat (13/6/2025), dengan aset berisiko seperti saham mengalami penurunan. Harga minyak dan emas mengalami kenaikan, sementara dolar AS menguat. Selain ketegangan geopolitik, protes yang diorganisir oleh koalisi “No Kings” sebagai bentuk penentangan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump juga menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.

Beberapa jam sebelum dimulainya protes pada hari Sabtu, terjadi insiden penembakan yang menargetkan dua politisi Minnesota dan pasangan mereka. Seorang pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi menembak anggota dewan negara bagian dari Partai Demokrat, Melissa Hortman, dan suaminya, yang mengakibatkan kematian mereka.

Pada penutupan perdagangan Jumat, ketiga indeks saham utama AS mencatatkan penurunan.S&P 500 (.SPX) turun sebesar 1,14 persen. Harga minyak dan emas mengalami lonjakan, sementara nilai dolar AS menguat.