Tutup
News

Pacu Jawi: Tradisi Perekat Persatuan dan Daya Tarik Wisata Tanah Datar

237
×

Pacu Jawi: Tradisi Perekat Persatuan dan Daya Tarik Wisata Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
pacu-jawi:-tradisi-perekat-persatuan-dan-daya-tarik-wisata-tanah-datar
Pacu Jawi: Tradisi Perekat Persatuan dan Daya Tarik Wisata Tanah Datar

Sungai Tarab – Perhelatan budaya Pacu Jawi, yang menjadi ikon Kabupaten Tanah Datar, resmi ditutup pada hari Sabtu di Sawah Date Guguak Binuang, Jorong Sungai Tarab. Acara penutupan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga (Parpora), Riswandi, yang mewakili Bupati Tanah Datar.Dalam sambutannya,Riswandi menyampaikan apresiasi atas konsistensi Persatuan Olahraga Pacu Jawi (Porwi) Tanah Datar dalam menyelenggarakan acara tersebut. Ia menuturkan bahwa Pacu Jawi telah menjadi magnet bagi wisatawan, sehingga turut mempromosikan nama Tanah Datar di kancah internasional. “Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi Porwi Tanah Datar yang terus melestarikan Pacu Jawi. Tradisi ini terbukti mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke daerah kita,” ujarnya.

Riswandi juga menjelaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah datar untuk terus mendukung penyelenggaraan acara budaya dan pariwisata melalui program “Satu Nagari satu Event,” meskipun dengan keterbatasan anggaran. Tahun ini, lima nagari telah dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam program tersebut, meliputi Nagari Tanjung Alam, Pasia Laweh, Pandai Sikek, Baringin, dan Nagari Taluak.

Lebih lanjut, Riswandi mengimbau para pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kualitas layanan, menjaga stabilitas harga, dan menciptakan pengalaman berkesan bagi para pengunjung. sementara itu, Ketua Porwi Tanah Datar, Aresno Dt. Andomo, menegaskan bahwa pacu jawi bukan sekadar hiburan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan sarana mempererat kebersamaan masyarakat. “Tradisi ini membuat kita saling bergaul, mendidik untuk tidak saling bersinggungan. Pacu Jawi adalah warisan budaya yang memperkuat nilai-nilai persatuan,” ungkapnya.

Aresno menambahkan bahwa daya tarik Pacu Jawi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Bahkan, banyak mahasiswa yang menjadikan tradisi ini sebagai subjek penelitian akademik. “Untuk kita perlu memupuk dan mengembangkan tradisi ini bersama. Pacu Jawi ini mambasuik dari bumi, bukan jatuh dari ateh. Artinya, ini adalah budaya yang tumbuh dari masyarakat, bukan inisiatif pemerintah,” pungkasnya, seperti yang dilansir dari Kominfo Tanah Datar, Minggu (15/6/2025).