Tutup
Perbankan

Produksi Migas PHE Tembus 1 Juta Barel Per Hari

218
×

Produksi Migas PHE Tembus 1 Juta Barel Per Hari

Sebarkan artikel ini
produksi-migas-phe-tembus-1-juta-barel-per-hari
Produksi Migas PHE Tembus 1 Juta Barel Per Hari

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengumumkan pencapaian produksi minyak dan gas (migas) yang melampaui target pada tahun 2024, menandai peningkatan signifikan dalam kontribusi terhadap produksi energi nasional. Perusahaan melaporkan total produksi mencapai 1.045 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari), melampaui target 1 juta MBOEPD.

PHE mencatat bahwa kontribusinya mencapai 69 persen dari total produksi minyak nasional dan 37 persen dari produksi gas nasional. Menurut data perusahaan, sejak pembentukan Subholding Upstream pada tahun 2021, produksi migas PHE mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 5 persen selama tiga tahun terakhir.

Direktur Utama PHE, Chalid Saeid Salim, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produksi. “PHE terus berkomitmen dalam melaksanakan rencana kerja secara optimal dan terus berupaya meningkatkan produksi, guna mensukseskan target swasembada energi sesuai amanat dan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang sejalan dengan visi PHE untuk menjadi perusahaan yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan dan keberlanjutan energi,” ujarnya.

Selain itu, PHE mencatat penyelesaian 22 pengeboran sumur eksplorasi, 821 pengeboran sumur pengembangan, 981 kegiatan workover, dan 36.860 kegiatan well services. Peningkatan aktivitas pengeboran ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 27,8 persen untuk pengeboran sumur eksplorasi, 19,1 persen untuk sumur pengembangan, dan 17,3 persen untuk kegiatan workover.

Pencapaian Subholding Upstream pertamina ini diraih di tengah fluktuasi harga minyak dan kondisi geopolitik sepanjang tahun 2024. Perusahaan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi, inovasi, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

PHE juga melaporkan laba bersih sebesar USD 3,12 miliar pada tahun 2024, meningkat 14,51 persen atau setara dengan USD 395,50 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar USD 2,73 miliar. Kontribusi terhadap laba ini didukung oleh seluruh entitas afiliasi PHE, termasuk Regional-1 sumatera, Regional-2 Jawa, Regional-3 Kalimantan, Regional-4 Indonesia Timur, Regional-5 Internasional, Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.dalam bidang eksplorasi, PHE mencapai total temuan sumber daya 2C sebesar 652,19 juta barel setara minyak (MMBOE) pada tahun 2024. Penemuan ini mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 11,3 persen dalam tiga tahun terakhir, dibandingkan dengan total temuan sumber daya 2C pada tahun 2021 sebesar 486,70 MMBOE.

Pada tahun 2024, PHE berhasil mendapatkan dua penemuan besar, yaitu dari struktur Tedong (TDG)-001 dengan sumber daya 2C sebesar 108,05 juta barel setara minyak (MMBOE) dan dari struktur Padang Pancuran (PPC)-1 dengan sumber daya 2C sebesar 140,61 MMBOE. perusahaan mengklaim bahwa ini adalah sumber daya 2C terbesar yang berhasil ditemukan Pertamina dalam 15 tahun terakhir. PHE juga mencatatkan survei seismik 2D sepanjang 769 km dan Seismik 3D seluas 4.990 km² di tahun 2024.

Selain itu, PHE menandatangani kontrak bagi hasil untuk satu wilayah kerja eksplorasi baru di luar negeri, yaitu Blok SK510 di offshore Sarawak, Malaysia, dan dua wilayah kerja eksplorasi baru di dalam negeri, yaitu Blok Melati di offshore dan onshore Southeast Sulawesi dan Blok North ketapang di offshore North east Java. Ketiga wilayah kerja eksplorasi baru ini memiliki estimasi total sumber daya potensial sebesar 3,02 miliar barel setara minyak (BBOE).

PHE menjalankan berbagai program strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan di tahun 2024, termasuk menjaga rasio cadangan migas terhadap produksi, perbaikan fiscal term, monetisasi dan komersialisasi lapangan migas, optimasi dan pengelolaan lapangan mature, pengembangan bisnis anorganik, melakukan sinergi dan kerja sama strategis antaranak perusahaan, dan pengembangan low carbon business. Seluruh strategi ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan hulu migas dalam negeri dan mendorong kinerja PHE.Perusahaan menyatakan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).