Tutup
News

Surveyor Indonesia Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

227
×

Surveyor Indonesia Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

Sebarkan artikel ini

Osaka – PT Surveyor Indonesia menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia di forum bisnis Osaka Expo 2025. Perusahaan memaparkan peran penting sertifikasi Indonesian Lasting Palm Oil (ISPO) dan sistem informasi pendukungnya, SI-ISPO.

Dalam forum bertajuk “Sustainability of Indonesian Palm Oil to Meet World Need for Vegetable Oil,” Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ia mengakui bahwa sektor ini menghadapi tantangan seperti isu lingkungan, tekanan pasar global, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Sandry, ISPO adalah kerangka tata kelola keberlanjutan yang dirancang untuk memastikan praktik industri kelapa sawit yang berkelanjutan, adil, dan terintegrasi. Sistem ini mencakup sertifikasi wajib dengan tujuh prinsip dan kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2025, meliputi usaha perkebunan, industri hilir, dan perusahaan bioenergi kelapa sawit. “Melalui ISPO, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing dan penerimaan produk kelapa sawit di pasar global dengan tetap menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa survei, inspeksi, dan sertifikasi, PT Surveyor Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi sistem ISPO dan pengembangan SI-ISPO secara menyeluruh. Perusahaan berperan aktif dalam memastikan proses sertifikasi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, serta mengembangkan ekosistem digital yang aman dan terintegrasi guna meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk kelapa sawit Indonesia.

SI-ISPO, sistem informasi berbasis cloud yang mengintegrasikan sertifikasi ISPO dengan teknologi seperti blockchain, diperkenalkan sebagai solusi untuk menjamin keamanan data dan transparansi informasi. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi pengumpulan data, validasi sertifikasi, serta pelacakan rantai pasok produk kelapa sawit bersertifikasi.

“SI-ISPO bukan hanya mendigitalisasi proses sertifikasi, tetapi juga menjadi solusi dalam menjawab isu-isu strategis seperti keterlacakan, akuntabilitas, serta sinkronisasi data lintas lembaga,” jelasnya. Sistem ini menghubungkan berbagai instansi dan platform nasional seperti SIMONTANA, SIPERIBUN, SIINAS, hingga ATR BPN dan ESDM, serta akan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi machine learning untuk mendukung analisis data lanjutan dan automasi.

SI-ISPO menghasilkan Sertifikat ISPO dan Lembar Transaksi Produk Bersertifikat ISPO.Sertifikat ISPO diberikan kepada pelaku usaha yang telah memenuhi prinsip keberlanjutan, sedangkan lembar transaksi memuat informasi keterlacakan produk dalam rantai pasok, termasuk lokasi lahan dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi. Informasi tersebut digambarkan melalui traceability tree dan peta lahan bersertifikasi, memberikan jaminan legalitas dan keberlanjutan produk kepada pembeli di pasar internasional.

Dalam penutup sambutannya, Sandry menyampaikan harapan bahwa kehadiran sistem ISPO dan SI-ISPO dapat memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia secara berkelanjutan. “Dengan tata kelola yang baik, sistem informasi yang modern, serta dukungan dari semua pihak, kami optimistis produk kelapa sawit Indonesia akan semakin diterima dan dipercaya di pasar global,” pungkasnya pada Selasa (11/6).