Tutup
Perbankan

Sering Dijual di Pinggir Jalan, Buah Manggis Paritmalintang Tembus Pasar Taiwan

193
×

Sering Dijual di Pinggir Jalan, Buah Manggis Paritmalintang Tembus Pasar Taiwan

Sebarkan artikel ini

Padangpariaman – Pemandangan pedagang manggis menjajakan dagangannya di pinggir jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, menjadi hal yang lumrah. Namun, siapa sangka, buah manggis yang dijajakan tersebut telah lama merambah pasar internasional, termasuk Taiwan.

Nagari Paritmalintang, yang dikenal sebagai lokasi Ibukota Kabupaten (IKK), menjadi pusat aktivitas jual beli manggis. Di antara para pedagang, terdapat Mak Apuak, seorang agen manggis yang telah lama berkecimpung dalam bisnis ini.

“Jadi untuk saat ini saya yang melanjutkan usaha yang diwariskan oleh orang tua saya tersebut,” ujarnya, menceritakan bagaimana ia meneruskan usaha keluarga.

Namun, kondisi saat ini berbeda dengan masa lalu. Jumlah manggis yang diperoleh dari petani mengalami penurunan akibat persaingan yang semakin ketat. “Kalau dulu saya bahkan bisa membeli buah manggis berton-ton, namun seiring perjalanan waktu kini paling banyak sekitar 500 s-d 600 kiloan, begitu kira-kira,” jelasnya.

Manggis yang dikumpulkan dari petani di nagari Paritmalintang dan sekitarnya dipasarkan secara eceran di pinggir jalan, serta didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Taiwan. Pemasaran ke luar negeri dilakukan melalui perwakilan dagang di Bukittinggi.

“Kalau untuk pasaran luar negeri itu harganya memang terbilang bagus, bahkan bisa-bisa berkisar Rp.60 s-d 70 ribu rupiah. Namun jenisnya tentu saja buah manggis yang terbaik atau super,” terangnya. Ia menduga, manggis yang diekspor ke Taiwan digunakan untuk konsumsi, mengingat popularitas buah tersebut di kalangan masyarakat Taiwan.

Manggis yang dikumpulkan Mak Apuak tidak hanya berasal dari Nagari Paritmalintang, tetapi juga dari daerah lain di Padangpariaman dan Sumatera Barat. Hasil dari bisnis ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga. Meskipun demikian, ia enggan merinci secara detail jumlah pendapatan yang diperolehnya.

Selain memasarkan manggis ke luar negeri, Mak Apuak juga menjual sebagian hasil panennya di depan rukonya, di pinggir jalan provinsi Padang-Bukittinggi. “Kalau dibandingkan hasilnya dengan memasarkan ke negara Taiwan, tentu hasilnya jauh lebih bagus dari pada menjual secara eceran di pinggir jalan seperti ini, namun untuk mengirim ke luar tentu ada waktu dan jenis tertentu, makanya sebagiannya saya jual untuk kebutuhan para pengguna jalan yang biasa melintas di jalan Provinsi ini,” imbuhnya.

Di Nagari Paritmalintang, banyak petani yang membudidayakan tanaman manggis. saat musim panen tiba, hasil yang diperoleh bisa mencapai berton-ton. “karena membudidayakan tanaman manggis ini sebenarnya tidaklah begitu sulit. asalkan telaten merawat dan memupuknya biasanya dalam usia 4 tahun itu sudah mulai berbuah,” kata Mak Apuak, menjelaskan kemudahan dalam budidaya manggis.