Tutup
News

Imbas Gunung Lewotobi Meletus, Tiga Bandara NTT Batalkan Penerbangan

223
×

Imbas Gunung Lewotobi Meletus, Tiga Bandara NTT Batalkan Penerbangan

Sebarkan artikel ini

Maumere – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan gangguan signifikan pada jadwal penerbangan di Pulau Flores. PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan oleh beberapa maskapai yang melayani wilayah tersebut.

Menurut keterangan dari Humas Bandara El Tari Kupang, I Gusti Ngurah Yudi Saputra, pada Rabu (18/6/2025), tiga rute penerbangan mengalami pembatalan. “Hari ini ada tiga rute penerbangan yang maskapai penerbangannya membatalkan untuk terbang,” ungkapnya.Keputusan pembatalan ini diambil sebagai respons terhadap dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang mempengaruhi operasional penerbangan di NTT, khususnya di Pulau Flores. Bandara-bandara yang terdampak penutupan meliputi Bandara Frans Seda Maumere (Kabupaten Sikka), Bandara Bajawa, dan bandara di Kabupaten Ende.

saputra menjelaskan bahwa dampak penutupan bandara tidak hanya dirasakan pada rute dari Kupang menuju tiga bandara tersebut, tetapi juga sebaliknya. “Tidak hanya rute dari Kupang ke tiga bandara itu, tetapi juga sebaliknya dari tiga bandara itu ke Kupang,” ujarnya. Pihak bandara mengimbau kepada masyarakat yang telah membeli tiket penerbangan pada rute-rute yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki untuk segera menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait. “Masyarakat dapat melakukan refund maupun reschedule penerbangannya,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa (17/6/2025), gunung Lewotobi laki-laki di Flores Timur kembali mengalami erupsi. Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 17.35 WITA dengan kolom abu teramati setinggi sekitar 10 kilometer di atas puncak, atau setara 11.584 meter di atas permukaan laut.Kolom abu berwarna kelabu tebal terpantau menyebar ke hampir seluruh penjuru mata angin.

Hingga saat ini, meskipun intensitas erupsi tergolong tinggi, belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan dari pemerintah desa sekitar.