Tutup
News

Cetak Rekor, PLN Cetak Pendapatan Hingga Rp545 Triliun

190
×

Cetak Rekor, PLN Cetak Pendapatan Hingga Rp545 Triliun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT PLN (Persero) mengumumkan perolehan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan,mencapai Rp 545,4 triliun pada tahun 2024. Pencapaian ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Pertanggungjawaban Tahunan (RUPS LPT) Tahun Buku 2024 di Kantor Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN).

Kinerja positif ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih mencapai Rp 17,76 triliun. Dewan Komisaris PLN memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Dewan Komisaris mengapresiasi atas pencapaian kinerja direksi pada tahun 2024 dengan realisasi penjualan tenaga listrik yang meningkat signifikan,” kata Ali Masykur Musa, perwakilan Dewan Komisaris PLN. Ia menambahkan, direksi diharapkan untuk “tetap melakukan langkah strategis dalam menjaga dan meningkatkan kinerja perusahaan.”

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa dukungan penuh dari pemerintah menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.Menurutnya, PLN mampu menunjukkan ketahanan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global.”Pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar dan keberpihakan Pemerintah untuk mendukung PLN agar tetap kuat dan tangguh di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global,” ungkap Darmawan.

PLN menyampaikan rasa terima kasih kepada presiden Prabowo Subianto, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Danantara atas dukungan terhadap transformasi perusahaan. Transformasi yang dijalankan sejak 2020, meliputi digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, dan strategi pemasaran adaptif, dinilai menjadi pendorong keberhasilan ini.

Sepanjang tahun 2024, PLN mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 306,22 terawatt hour (TWh), meningkat 6,17 persen dibandingkan tahun 2023. Capaian ini melampaui target pemerintah sebesar 299,99 TWh, mencapai 102,08 persen dari target yang ditetapkan. Penjualan tenaga listrik menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, mencapai Rp 353,17 triliun, naik dari Rp 333,19 triliun pada tahun sebelumnya. Sektor rumah tangga mendominasi penjualan listrik dengan 43 persen, diikuti sektor industri 30 persen, sektor bisnis 19 persen, dan sektor lainnya 8 persen.

Pertumbuhan ini juga didukung oleh penambahan aset dan konsolidasi proses bisnis, menjadikan PLN perusahaan yang modern dan adaptif. Jumlah pelanggan meningkat 5,88 persen, setara dengan 3,72 juta pelanggan baru. “Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi yang kami jalankan sejak 2020 telah membawa hasil konkret serta menegaskan posisi PLN sebagai perusahaan kelas dunia,” kata Darmawan. Ia menambahkan, “Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kinerja dan menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan.”

PLN terus memperluas jangkauan layanan melalui program listrik desa (Lisdes),dengan fokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah tertinggal,terdepan,dan terluar (3T). rasio elektrifikasi nasional meningkat menjadi 99,83 persen, dengan peningkatan penjualan listrik pelanggan rumah tangga sebesar 130,43 TWh, naik 6,62 persen. “Peningkatan jumlah pelanggan di sektor rumah tangga,khususnya di desa-desa,merupakan komitmen kami untuk memastikan pemerataan akses listrik di seantero Indonesia sesuai arahan Pemerintah,” ujar Darmawan. Ia menegaskan bahwa upaya ini “bukan hanya mendongkrak penjualan, tetapi juga untuk memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

PLN juga mendukung program hilirisasi nasional, dengan peningkatan penjualan tenaga listrik di sektor industri sebesar 92,28 TWh, tumbuh 4,17 persen dibandingkan tahun lalu. Program hilirisasi mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan manufaktur, termasuk smelter dan industri berbasis mineral strategis. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan suplai listrik yang andal, bersih, dan terjangkau, sejalan dengan semangat swasembada energi yang dicanangkan pemerintah.