Tutup
Perbankan

Melalui Bimtek, Pemko Pariaman Lahirkan Penulis Berbasis Konten Budaya Lokal, Berikut Karya-karyanya

258
×

Melalui Bimtek, Pemko Pariaman Lahirkan Penulis Berbasis Konten Budaya Lokal, Berikut Karya-karyanya

Sebarkan artikel ini
melalui-bimtek,-pemko-pariaman-lahirkan-penulis-berbasis-konten-budaya-lokal,-berikut-karya-karyanya
Melalui Bimtek, Pemko Pariaman Lahirkan Penulis Berbasis Konten Budaya Lokal, Berikut Karya-karyanya

Pariaman – Dinas Perpustakaan dan Arsip kota Pariaman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis konten Budaya Lokal, yang bertujuan untuk menumbuhkan penulis muda yang memiliki kepedulian terhadap kearifan lokal. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 15 Mei 2025 ini diadakan di enam kabupaten/kota di Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman.

Muhammad Syukri,Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pariaman,mengungkapkan harapannya agar generasi muda dapat menulis tentang Kota Pariaman melalui bimtek ini. “Melalui bimtek ini generasi muda bisa menulis tentang Kota pariaman,” ujarnya.

Syukri mencontohkan Buya Hamka sebagai seorang penulis yang karyanya tetap hidup dan relevan hingga saat ini. Ia menjelaskan, “buya Hamka contohnya, yang sampai sekarang masih hidup. Pikiran-pikirannya yang ditulis di berbagai buku hingga kini masih bisa dibaca dan menjadi pelajaran banyak orang. Sekalipun jasadnya sudah meninggal lama.”

Lebih lanjut, Syukri berharap kegiatan ini dapat memunculkan calon-calon penulis dari Kota Pariaman. Ia menekankan pentingnya dokumentasi kondisi Pariaman saat ini melalui tulisan para peserta bimtek. “Bagaimana Pariaman hari ini yang ditulis para peserta bimtek, bisa diketahui generasi mendatang pada 50 tahun ke depan.Artinya, dari tulisan hari ini generasi berpuluh tahun kemudian akan mengetahuinya,” katanya.

Armaidi Tanjung, narasumber bimtek, berupaya mendorong peserta untuk menulis tema-tema berkonten lokal. Pada pertemuan terakhir, Armaidi Tanjung fokus mempertajam tulisan peserta, melengkapi informasi, serta mengoreksi kesalahan penulisan.

Armaidi Tanjung menilai bahwa tulisan yang dihasilkan peserta sangat menarik dan mengangkat tema-tema yang belum banyak ditulis. “Secara umum tulisan yang dihasilkan sangat menarik yang selama ini belum ditulis. terutama tradisi-tradisi yang sudah mulai bergeser dari kehidupan masyarakat, kuliner, sejarah dan perubahan yang terjadi di desa Kota Pariaman,” ungkapnya.

Salah satu contohnya adalah tulisan Anita tentang tradisi turun mandi yang semakin ditinggalkan. Armaidi Tanjung menjelaskan bahwa tulisan tersebut mengungkap makna mendalam dari prosesi turun mandi yang bertujuan untuk kebaikan dan keselamatan bayi di masa depan. Armaidi Tanjung mengatakan,”Seperti tradisi turun mandi ditulis Anita,yang makin banyak ditinggalkan warga. Ternyata dari tulisannya, rangkaian prosesi turun mandi tersebut sarat dengan makna yang bertujuan untuk kebaikan dan keselamatan bayi kelak setelah dewasa menjalani kehidupan ini.”