Jakarta, TopBusiness—Kebutuhan alat kesehatan dalam negeri diproyeksikan terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan penduduk, dinamika epidemiologi, serta ekspansi fasilitas layanan kesehatan. Produk ventilator saat ini termasuk dalam sepuluh besar alat kesehatan dengan nilai impor tertinggi.
“Di tahun 2024, nilai impor ventilator di USD 68,4 juta. Ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Wakil Menteri Perindustrian RI (Wamenperin), Faisol Riza, dalam keterangan resmi (19/6/2025).
Hal ini mengindikasikan tantangan besar kemandirian sektor kesehatan nasional yaitu dominasi produk impor yang masih tinggi. Di samping itu, Kemenperin melihat peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri alkes.
Dalam sambutan di peluncuran fasilitas produksi ventilator PT Drager Indonesia di Bekasi, Wamenperin berkata: “Saya mengucapkan selamat kepada Dräger Indonesia, karena investasi yang dilakukan tidak hanya menunjukkan kepercayaan terhadap potensi pasar Indonesia, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat pondasi kemandirian industri alat kesehatan nasional.”
Dengan memproduksi ventilator di dalam negeri, Faisol menuturkan, PT Dräger Indonesia turut mendukung program substitusi impor, menciptakan lapangan kerja, memfasilitasi transfer teknologi, dan mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).






