Tutup
Perbankan

Mendag Ajak Mahasiswa Makin Cinta Produk Dalam Negeri Melalui GASPOL Goes to Campus di UMY

244
×

Mendag Ajak Mahasiswa Makin Cinta Produk Dalam Negeri Melalui GASPOL Goes to Campus di UMY

Sebarkan artikel ini
mendag-ajak-mahasiswa-makin-cinta-produk-dalam-negeri-melalui-gaspol-goes-to-campus-di-umy
Mendag Ajak Mahasiswa Makin Cinta Produk Dalam Negeri Melalui GASPOL Goes to Campus di UMY

Yogyakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan program “Gerakan Kamis Pakai Lokal” (GASPOL) Goes to Campus di universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan tujuan mendorong penggunaan produk lokal di kalangan generasi muda. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan kesediaan untuk membeli produk buatan Indonesia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pasar dalam negeri. “Dengan memakai produk lokal, kita telah berkontribusi terhadap penguatan ekonomi UMKM Indonesia dan lebih luas lagi terhadap penguatan pasar dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/6/2025). Ia menambahkan harapannya agar GASPOL dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih mencintai produk dalam negeri.

Peluncuran GASPOL Goes to Campus di UMY pada jumat (20/6/2025) menandai dimulainya program ini di lingkungan kampus. Direktur Jenderal perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, turut mendampingi dalam acara tersebut.

Sejak diluncurkan pada 8 Mei 2025, Kemendag telah mempromosikan 176 produk lokal melalui media sosial Kemendag dan pribadi Menteri perdagangan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pengenalan merek lokal di masyarakat dan memperluas pangsa pasar mereka di dalam negeri.Menurut data yang ada, indeks pengenalan publik terhadap produk lokal meningkat 73,4 pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Budi Santoso mengatakan, “Peningkatan menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Indonesia terhadap produk lokal semakin membaik dari tahun ke tahun.”

GASPOL sejalan dengan program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri.”Dengan mengisi pasar dalam negeri menggunakan produk-produk lokal, kita sedang mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM kita,” imbuhnya.

Dalam acara di UMY, Kemendag menghadirkan 10 merek lokal yang menampilkan produk seperti pakaian, perawatan kulit, tas, sepatu, dan makanan minuman. Produk-produk ini dipamerkan di Lapangan Bintang UMY pada 19-20 Juni 2025. Merek-merek yang berpartisipasi termasuk Heaven Lights,Eastmountside,Flicka,torch,Kahf,Wardah,roti Ropi,Kalola Space,RSY FNB,dan UKM Kemahasiswaan UMY.Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menyambut baik inisiatif Kemendag dan menyatakan dukungannya terhadap program yang mempromosikan kecintaan terhadap produk lokal. Ia menuturkan, “Indonesia memiliki kekuatan luar biasa untuk mendayagunakan, menggunakan, membeli, dan memproduksi dengan standar kualitas prima sehingga konsumen menggunakan dengan puas apa yang dihasilkan di dalam negeri.”

Rajendra staria Reswar, seorang mahasiswa UMY, mengungkapkan antusiasmenya terhadap GASPOL. Ia berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap produk lokal. “Program ini dapat memajukan UMKM kita, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berpeluang untuk ekspor ke luar negeri,” katanya.

Kemendag terus berupaya memperkuat UMKM Indonesia agar tumbuh dan berdaya saing, serta memperoleh akses pasar yang luas baik di dalam maupun luar negeri. Dukungan ini diwujudkan melalui program-program seperti perluasan pemasaran produk melalui business matching,penguatan branding dan kemasan,sertifikasi,pameran dagang,dan kemitraan dengan asosiasi retail untuk pasar dalam negeri. Sementara itu, untuk pasar ekspor, Kemendag memiliki Program UMKM Berani Adaptasi, Siap Inovasi (BISA) Ekspor.

Budi Santoso menyimpulkan,”Kebanggaan terhadap produk lokal perlu terus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat. melalui budaya membeli produk lokal, kita tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.”