Tutup
Perbankan

Iran Tutup Selat Hormuz, RI Perlu Lakukan 4 Langkah Antisipasi Ini

222
×

Iran Tutup Selat Hormuz, RI Perlu Lakukan 4 Langkah Antisipasi Ini

Sebarkan artikel ini
iran-tutup-selat-hormuz,-ri-perlu-lakukan-4-langkah-antisipasi-ini
Iran Tutup Selat Hormuz, RI Perlu Lakukan 4 Langkah Antisipasi Ini

Jakarta – Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu kekhawatiran mendalam mengenai dampak ekonomi global, termasuk potensi kerugian bagi Indonesia. Ekonom dari Centre of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyoroti potensi gangguan pada distribusi minyak dan gas (migas) serta bahan baku sebagai konsekuensi utama.

Pada hari Senin (23/6/2025), Yudhistira menyampaikan bahwa konflik antara Iran dan Israel berpotensi menyebabkan lonjakan signifikan pada harga minyak dunia, meskipun saat ini permintaan energi sedang mengalami penurunan. “Jika perang berlangsung lebih lama ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 4,5% year on year tahun ini. Makin berat mencapai target 8% pertumbuhan ekonomi karena situasi eksternal nya terlalu berat, ditambah adanya efisiensi anggaran pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi situasi yang berkembang, Yudhistira menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif guna menghadapi potensi lonjakan biaya impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia merekomendasikan empat langkah utama, dimulai dengan mengamankan komitmen investasi dari negara-negara Timur Tengah, khususnya negara-negara GCC (UAE, Qatar, Arab Saudi), sebelum eskalasi konflik lebih lanjut.

Langkah selanjutnya, menurut Yudhistira, adalah “mendorong pengembangan energi terbarukan lebih cepat sehingga ketahanan energi dapat terjaga, tidak terlalu bergantung pada impor bbm dan LPG.”

Selain itu,Yudhistira juga menekankan pentingnya mempercepat penyerapan anggaran,terutama yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja. Ia juga menyarankan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan transmisi suku bunga yang lebih rendah ke bank domestik.

Sebelumnya, anggota parlemen Iran, Esmaeil Kowsari, menyatakan bahwa parlemen Iran telah sepakat untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tindakan Amerika Serikat (AS) dan sikap diam komunitas internasional. “Parlemen telah sampai pada kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup,namun keputusan akhir berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi,” kata Kowsari,seperti dikutip oleh Press TV.