Tutup
News

Harga Minyak Berpotensi Naik, Subsidi BBM Indonesia Terancam Jebol

221
×

Harga Minyak Berpotensi Naik, Subsidi BBM Indonesia Terancam Jebol

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-berpotensi-naik,-subsidi-bbm-indonesia-terancam-jebol
Harga Minyak Berpotensi Naik, Subsidi BBM Indonesia Terancam Jebol

Jakarta – Eskalasi konflik antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran global terkait stabilitas pasokan minyak, terutama dengan ancaman penutupan Selat hormuz. kondisi ini diprediksi akan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah akibat terganggunya distribusi.

Dampak dari peningkatan ketegangan ini diperkirakan akan dirasakan di Indonesia, khususnya melalui potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini dapat memperberat beban anggaran subsidi BBM yang saat ini ditanggung oleh pemerintah.

Menurut Peneliti Next policy, shofie Azzahrah, Indonesia sebagai negara pengimpor minyak akan merasakan dampak langsung dari eskalasi konflik tersebut.”Indonesia merupakan negara pengimpor minyak, sehingga eskalasi perang ini akan berdampak pada harga minyak yang diimpor,” ujarnya pada 23 Juni 2025. “Ketika harga minyak internasional naik, biaya produksi dan impor BBM juga meningkat.”

Shofie menjelaskan bahwa pemerintah cenderung mempertahankan harga jual BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar untuk menjaga stabilitas sosial dan politik. Selisih antara harga pokok yang meningkat dan harga jual yang tetap, menurutnya, ditanggung oleh negara sebagai subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kenaikan harga minyak dunia otomatis memperbesar selisih tersebut, sehingga membengkakkan anggaran subsidi,” jelasnya.

Pembengkakan anggaran subsidi ini diperkirakan akan semakin signifikan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan. Transaksi pembelian minyak yang dilakukan dalam mata uang dolar AS akan membutuhkan jumlah rupiah yang lebih besar untuk membayar impor BBM.

Dalam APBN 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi BBM sebesar Rp 26,7 triliun dari total anggaran subsidi energi sebesar Rp 203,4 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 23,61 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 21,6 triliun. Kuota BBM subsidi yang dialokasikan adalah sebanyak 19,4 juta kiloliter (KL), dengan target realisasi subsidi Solar untuk lebih dari 4 juta kendaraan dan subsidi Pertalite untuk lebih dari 157,4 juta kendaraan.Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah sebesar 82 dolar AS per barel dalam APBN 2025.