Tutup
News

Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel, Harga Minyak Langsung Anjlok

250
×

Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel, Harga Minyak Langsung Anjlok

Sebarkan artikel ini
trump-umumkan-gencatan-senjata-iran-israel,-harga-minyak-langsung-anjlok
Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel, Harga Minyak Langsung Anjlok

Jakarta – Harga minyak mentah global mengalami penurunan tajam pada hari Selasa, setelah pengumuman gencatan senjata antara israel dan Iran. Pengumuman tersebut, yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meredakan kekhawatiran pasar tentang potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Menurut laporan, harga minyak Brent turun sebesar 2,69 dolar AS, atau 3,76 persen, menjadi 68,79 dolar AS per barel pada pukul 07.06 WIB. Sebelumnya, harga minyak Brent sempat menyentuh titik terendah sejak 11 Juni dengan penurunan lebih dari 4 persen.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 2,70 dolar AS, atau 3,94 persen, berada di posisi 65,46 dolar AS per barel. WTI sempat menyentuh level terendah sejak 9 Juni, dengan penurunan mencapai 6 persen.

Trump menyatakan pada Senin malam bahwa, “Iran dan Israel telah sepakat atas gencatan senjata penuh. Iran akan memulai gencatan terlebih dahulu, disusul oleh Israel dalam 12 jam.” Ia menambahkan, jika perdamaian dapat dipertahankan oleh kedua belah pihak, konflik yang berlangsung selama 12 hari ini akan berakhir dalam 24 jam.

Seorang analis dari IG, Tony Sycamore, menjelaskan bahwa berita gencatan senjata telah menghilangkan risk premium yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak. “Dengan adanya kabar gencatan senjata, kini kita melihat risk premium yang mendorong harga minyak pekan lalu mulai menguap,” katanya.

Sebagai negara produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC, Iran berpotensi meningkatkan ekspor minyaknya seiring dengan meredanya ketegangan. Kondisi ini juga mencegah terjadinya gangguan pasokan yang menjadi faktor utama lonjakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, kedua kontrak minyak sempat melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir iran, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Namun, pada sesi perdagangan terakhir, kedua kontrak tersebut mencatat penurunan lebih dari 7 persen.

Sycamore juga menyoroti aspek teknikal pasar, dengan mengatakan, “Secara teknikal, aksi jual semalam mempertegas lapisan resistensi kuat di kisaran 78,40 dolar AS (level tertinggi Oktober 2024 dan Juni 2025) hingga 80,77 dolar AS (level tertinggi sepanjang 2025).” Ia berpendapat bahwa hanya kejadian yang sangat tidak terduga dan mengganggu pasokan global yang dapat mendorong harga minyak melampaui batas tersebut.