Tutup
News

Dapat Suntikan Dana dari Danantara, Garuda Indonesia Incar Operasikan 120 Pesawat

252
×

Dapat Suntikan Dana dari Danantara, Garuda Indonesia Incar Operasikan 120 Pesawat

Sebarkan artikel ini
dapat-suntikan-dana-dari-danantara,-garuda-indonesia-incar-operasikan-120-pesawat
Dapat Suntikan Dana dari Danantara, Garuda Indonesia Incar Operasikan 120 Pesawat

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan peningkatan signifikan dalam jumlah armada pesawat yang beroperasi hingga tahun 2030.Target ini didukung oleh kucuran dana pinjaman pemegang saham (shareholder loan) sebesar Rp6,65 triliun dari Danantara Indonesia.

Optimisme terhadap target tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda indonesia, Wamildan Tsani. Ia menyatakan bahwa dukungan pembiayaan yang telah disepakati menjadi pendorong utama. Tahun 2026 disebut sebagai momen krusial yang akan menentukan kinerja perusahaan.

“Garuda Indonesia memproyeksikan akan mengoperasikan total sekitar 120 pesawat hingga lima tahun ke depan,” ujar Wamildan dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Langkah strategis ini, menurutnya, bertujuan untuk memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai pemain utama dalam sektor transportasi udara nasional. Dukungan dari danantara diharapkan dapat mempercepat peningkatan kinerja dan memperkuat daya saing perusahaan sebagai maskapai penerbangan nasional.

“Langkah ini dirancang untuk mengukuhkan posisi maskapai sebagai pemain utama di transportasi udara,” jelas Wamildan. Kemitraan dengan Danantara, lanjutnya, akan mendorong percepatan kinerja Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang kuat dan berdaya saing tinggi. Kerja sama ini juga ditujukan untuk mendukung kontribusi Garuda Indonesia terhadap pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Wamildan menambahkan bahwa strategi yang diterapkan berfokus pada ekspansi jaringan dan optimalisasi alat produksi untuk menghasilkan kinerja operasional yang semakin solid. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini telah melalui proses kajian komprehensif dengan prinsip tata kelola yang baik.”Kami optimistis akan membukukan pendapatan bersih (net income) yang positif,” pungkas Wamildan, seraya menambahkan bahwa hal ini merupakan bagian dari peningkatan dan optimalisasi operasional perusahaan.