Tutup
Perbankan

Kekayaan Anna Wintour, Pimred Vogue yang Mundur Setelah Menjabat 37 Tahun

245
×

Kekayaan Anna Wintour, Pimred Vogue yang Mundur Setelah Menjabat 37 Tahun

Sebarkan artikel ini
kekayaan-anna-wintour,-pimred-vogue-yang-mundur-setelah-menjabat-37-tahun
Kekayaan Anna Wintour, Pimred Vogue yang Mundur Setelah Menjabat 37 Tahun

Jakarta – Anna Wintour, sosok yang telah memimpin redaksi Vogue Amerika selama 37 tahun, mengumumkan pengunduran dirinya, sebuah langkah yang menandai perubahan era dalam industri penerbitan mode. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform media sosial Vogue pada Kamis (26/6/2025), yang menyatakan bahwa Wintour akan “mengalihkan fokusnya di Condé Nast tetapi akan tetap menjalankan perannya sebagai Chief Content officer untuk perusahaan tersebut serta Global Editorial Director, Vogue.”

Wintour, yang telah menjadi ikon budaya sejak menduduki kursi pimpinan Vogue pada tahun 1988, mengungkapkan alasannya di balik keputusan tersebut.”Siapa pun yang berkecimpung di bidang kreatif tahu betapa pentingnya untuk tidak pernah berhenti berkembang dalam pekerjaan seseorang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Sekarang, saya merasa bahwa kesenangan terbesar saya adalah membantu generasi editor yang bersemangat untuk menyerbu lapangan dengan ide-ide mereka sendiri.”

Meskipun mengundurkan diri dari posisi pemimpin redaksi Vogue Amerika, Wintour tidak sepenuhnya meninggalkan Condé Nast. Menurut laporan yang beredar,ia akan tetap menjabat sebagai direktur editorial global Vogue dan kepala konten global Condé Nast. Dalam peran barunya ini, Wintour akan memiliki pengaruh langsung terhadap konten yang dikonsumsi oleh lebih dari satu miliar pembaca di seluruh dunia.

Perhatian kini tertuju pada warisan finansial yang ditinggalkan Wintour dan bagaimana ia mengakumulasi kekayaannya. Diperkirakan bahwa kekayaan bersih Wintour pada tahun 2025 mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp 810,12 miliar. Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari perannya di Vogue,di mana ia dilaporkan memperoleh setidaknya USD 2 juta atau sekitar Rp 32,43 miliar per tahun sejak tahun 2005.Selain perannya di Vogue, Wintour juga memegang posisi penting di Condé Nast. pada tahun 2013, ia diangkat menjadi Direktur Artistik Condé Nast, dan pada tahun 2020, ia dipromosikan menjadi Global Chief Content Officer, yang mengawasi merek-merek besar seperti The New Yorker, GQ, Vanity Fair, dan Architectural Digest. Gaji tahunannya diperkirakan mencapai USD 4 juta atau Rp 64,88 miliar, meskipun angka pastinya belum dikonfirmasi secara resmi.

Wintour juga dikenal luas atas perannya dalam Met gala, di mana ia telah menjabat sebagai penyelenggara utama dan co-chair selama lebih dari 30 tahun. Ia telah membantu Costume Institute mengumpulkan dana sebesar USD 223 juta. Pada tahun 2014, The Met bahkan mengabadikan namanya dengan menamai sebuah sayap sebagai The Anna Wintour Costume Center. Mengenai keterlibatannya dalam penampilan sebelum gala, Wintour menyatakan, “Banyak yang menelpon dan meminta saran kami, jadi kami mencoba membantu mereka sebaik mungkin. Beberapa tidak tahu.”

Sebelum bergabung dengan Vogue, Wintour juga pernah berkiprah di Harper’s Bazaar, New York Magazine, dan British Vogue. Sampul pertamanya di Vogue menampilkan model michaela Bercu mengenakan celana jins seharga USD 50 dan kemeja Lacroix seharga USD 10.000, sebuah perpaduan antara mode kelas atas dan kelas bawah yang mencerminkan warisan Wintour. Penerus Wintour sebagai pemimpin redaksi Vogue amerika akan disebut sebagai “kepala konten editorial.” Sebagai pemimpin redaksi, Wintour telah mengubah Vogue menjadi kekuatan yang mampu mengatur dan menghancurkan tren serta desainer. Sampul majalah yang diterbitkannya mengisyaratkan bahwa ia tidak takut menyoroti tokoh-tokoh yang kurang dikenal dan menghindari norma-norma judul mode kelas atas.