Tutup
News

Pemerintah Targetkan 5.600 Desa Terlistriki dalam Lima Tahun

266
×

Pemerintah Targetkan 5.600 Desa Terlistriki dalam Lima Tahun

Sebarkan artikel ini
pemerintah-targetkan-5.600-desa-terlistriki-dalam-lima-tahun
Pemerintah Targetkan 5.600 Desa Terlistriki dalam Lima Tahun

Jakarta – Pemerintah terus berupaya merealisasikan pemerataan energi di seluruh pelosok negeri. Targetnya, seluruh desa yang belum teraliri listrik di Indonesia akan mendapatkan akses energi dalam lima tahun ke depan, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi utama menjangkau daerah terpencil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa program ini menyasar wilayah pedesaan, pegunungan, hingga pulau-pulau terluar, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. menurutnya,langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.

“bapak Presiden sudah menyampaikan pada Kamis (26/6/2025) bahwa dalam waktu 4-5 tahun, insya Allah desa-desa yang tidak ada listrik akan kita pasang listriknya lewat PLTS, kerjasama nanti swasta, PLN, sama negara (pemerintah),” ujar Bahlil.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, saat ini masih terdapat sekitar 5.600 desa yang belum memiliki akses listrik. Bahlil menegaskan bahwa negara harus hadir untuk menjamin hak dasar warga, termasuk hak atas energi.

Sebagai langkah konkret,pembangunan 47 PLTS telah rampung dan memberikan akses listrik kepada 5.383 rumah tangga di 47 desa yang tersebar di 11 provinsi. Proyek ini diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (26/6/2025).

Pembangunan seluruh PLTS ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, PLN, dan sektor swasta. Kapasitas total dari PLTS ini mencapai 27,8 MW, terdiri dari 46 PLTS off-grid dan satu PLTS on-grid.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa proyek ini memberikan akses listrik bersih kepada 5.383 rumah tangga. Ia menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk mendukung pemerataan energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Darmawan menjelaskan bahwa kehadiran listrik memberikan dampak positif yang signifikan. Anak-anak kini dapat belajar lebih lama, layanan kesehatan di puskesmas menjadi lebih optimal, dan kegiatan ekonomi desa tidak lagi terhenti saat malam hari.

“Inilah keadilan energi. PLN siap menjalankan visi Presiden menuju kemandirian energi lewat akselerasi energi terbarukan,” kata Darmawan pada Kamis (26/6/2025).

Ia menambahkan,program ini bukan hanya sekadar menghadirkan listrik,tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi global. Menurutnya, ini adalah wujud gotong royong nasional untuk masa depan yang bersih, hijau, dan inklusif.