Tutup
Perbankan

2 Insiden Batik Air dalam Sehari, Ada Apa?

417
×

2 Insiden Batik Air dalam Sehari, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Cuaca buruk menjadi penyebab utama dua insiden penerbangan yang dialami maskapai Batik Air pada Sabtu (28/6/2025).Dua pesawat dengan nomor registrasi PK-LUG dan PK-LDJ terlibat dalam kejadian tersebut.

Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LUG yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terpaksa kembali ke bandara keberangkatan. Sementara itu, pesawat Batik air dengan nomor registrasi PK-LDJ terekam video oleh warga dan menjadi viral karena terlihat tidak seimbang saat melakukan pendaratan di Bandara Internasional soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa menjelaskan, pesawat batik Air rute Soetta-Lubuklinggau mengalami kendala saat akan mendarat di Bandara silampari. “Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan,” jelasnya.

Pesawat Batik Air PK-LUG yang membawa 141 penumpang dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB. Namun, karena cuaca tidak membaik meski sempat melakukan prosedur go around dan holding, pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB. Keputusan ini diambil demi keselamatan penerbangan dan sesuai dengan standar prosedur penerbangan internasional.

Lukman menambahkan, berdasarkan data meteorologi dari pengamatan cuaca Bandara silampari pada pukul 15.30 WIB,dilaporkan jarak pandang hanya 1000 meter dan hujan badai dengan intensitas lebat serta terdapat awan Cumulonimbus (CB) di atas area bandara. “Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca,” imbuhnya.

Sementara itu, Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, insiden yang menimpa pesawat Batik Air PK-LDJ terjadi saat hujan lebat di Bandara Soetta pada Sabtu (28/6/2025). Saat pesawat mendekati landasan pacu, terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind).

“Berdasarkan hasil pengecekan dan koordinasi dengan tim operasional, diketahui bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) saat fase pendekatan ke landasan pacu,” kata danang dalam keterangannya, Minggu (29/6/2025).

Dalam video yang viral di media sosial, pesawat Batik Air sempat miring ke arah kanan hingga salah satu mesin pesawat hampir menyentuh landasan pacu. Danang menjelaskan, arah angin tidak berubah, namun kecepatannya bertambah. “Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat,” ungkap Danang. Setelah kejadian tersebut,pesawat langsung diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan masih layak untuk melanjutkan operasional penerbangan.