Tutup
Perbankan

Jual Pupuk Subsidi Lebih Mahal dari HET, Siap-Siap Disegel Mentan Amran

242
×

Jual Pupuk Subsidi Lebih Mahal dari HET, Siap-Siap Disegel Mentan Amran

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada para penjual pupuk bersubsidi yang kedapatan melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET). Tindakan tegas ini diambil menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas HET di sejumlah daerah.

“Ada beberapa daerah yang menaikkan harga pupuk di atas HET. Pasti ditindak,” tegas Amran di Kantor Kementerian Pertanian, jakarta, Senin (30/6/2025).

Menurut Amran, penindakan yang akan dilakukan berupa penutupan tempat usaha pada pekan ini. Jika terbukti melanggar harga jual yang telah ditetapkan, tempat usaha tersebut akan langsung disegel, ditutup, bahkan diblokir dari kerja sama penjualan pupuk subsidi.

“Insya Allah kita,mungkin minggu ini kita tutup. Semua yang di atas HET seluruh Indonesia, yang kami temukan, langsung di lock, di kunci, tidak boleh lagi menjual pupuk,” kata Amran pada Senin (30/6/2025).”Itu kesepakatan kami, dan insya Allah minggu ini kami lakukan. Jadi terus menerus, kita tidak boleh terhenti. Karena swasembada pangan ini harus berkelanjutan,” imbuhnya.Sebelumnya,Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono diminta untuk fokus mengatasi kendala penyaluran pupuk subsidi kepada petani,seiring dengan penunjukkannya sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero).

Sudaryono menyatakan bahwa distribusi pupuk menjadi salah satu perhatian utamanya. Meskipun tata kelola pupuk subsidi dinilai sudah mengalami banyak perbaikan.

“Walaupun so far, sejauh ini pupuk juga hampir dipastikan tidak banyak kendala, tapi masih ada 1-2 yang memang harus kita bereskan,” tegas Wamentan Sudaryono, di kantor Kementan, Jakarta, dikutip Senin (23/6/2025).

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Nasional, Hilmi Rahman, berharap Sudaryono dapat memberikan pengaruh positif dalam mengawal distribusi pupuk subsidi kepada petani. Menurutnya, kompetensi Sudaryono sebagai pemangku kepentingan pembentuk kebijakan dapat mewujudkan hal tersebut.

“Dengan menempatkan beliau di PT Pupuk Indonesia, diharapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk. Karena beliau bisa menjalankan dua fungsi pengendalian, yakni kebijakan dan distribusi,” kata Hilmi.

“Dengan latar belakangnya di Kementerian Pertanian, dia punya pemahaman kuat soal kebutuhan dan problem riil petani. Saya yakin, kalau dikelola dengan baik, petani bisa benar-benar ‘happy’,” sambung Hilmi.

Hilmi menambahkan,Sudaryono dapat menjalankan fungsi strategis dalam mengawasi kinerja Pupuk Indonesia. Sebelumnya, Sudaryono juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog.

“PT Pupuk Indonesia punya dimensi kepublikan yang tinggi.Karena ini BUMN, maka harus berkontribusi nyata pada ketersediaan pangan, yang merupakan bagian dari cita-cita utama presiden dan Asta Cita. Penempatan Wamentan Sudaryono bukan semata karena jabatan, melainkan karena fungsi strategisnya dalam mendekatkan arah kebijakan dan basis produksi pertanian,” jelasnya.

“Saya melihat beliau sangat kontributif,baik di Kementerian Pertanian maupun saat di Bulog. Saya berharap kesuksesan di Bulog bisa dilanjutkan di PT Pupuk Indonesia,” pungkas Hilmi.