Tutup
News

PLN Dorong Transisi Energi di Sektor Pertanian sebagai Motor Penggerak Ekonomi melalui Sosialisasi Huller Listrik di Kabupaten Agam

271
×

PLN Dorong Transisi Energi di Sektor Pertanian sebagai Motor Penggerak Ekonomi melalui Sosialisasi Huller Listrik di Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini

Agam – Sektor pertanian di Kabupaten Agam didorong untuk beralih ke energi bersih melalui forum ketahanan pangan yang digelar PT PLN (Persero) UP3 Bukittinggi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan kabupaten Agam di Kantor Dinas Kesehatan Agam, Lubuk Basung, Senin (23/6/2025).

Forum yang mengusung tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan” ini bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah dengan memanfaatkan energi listrik, khususnya untuk penggilingan padi (huller), serta mengurangi ketergantungan pada penggunaan genset.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, pelaku usaha lokal, dan jajaran PLN. Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Perikanan Kabupaten Agam Rosva Deswira, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Edi Arta, Manager PLN UP3 Bukittinggi rudi Hamiri, Manager PLN ULP Lubuk basung Endavid Yusyaf, Manager ULP Simpang Empat Muhammad Sholekan, dan perwakilan PLN Electricity services, Riswandi.

Dalam forum tersebut, PLN memaparkan potensi dan manfaat penggunaan listrik untuk penggilingan padi, termasuk efisiensi biaya, keandalan pasokan, serta kontribusi terhadap pengurangan emisi dan pencemaran lingkungan.

Manager PLN UP3 Bukittinggi, Rudi Hamiri, menyampaikan komitmen PLN dalam mendukung sektor pangan dan pertanian. “Transisi dari genset ke listrik bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang keberlanjutan dan dukungan nyata terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. PLN siap memberikan layanan terbaik agar pelaku usaha di sektor pangan bisa berkembang lebih optimal tanpa terkendala energi,” ungkap Rudi pada Senin (23/6/2025).

General manager PLN UID Sumatera Barat, ajrun Karim, mengapresiasi inisiatif kolaboratif lintas sektor ini. “Kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari ketahanan energi. Melalui forum seperti ini, kita bisa mendorong percepatan transisi energi hingga ke sektor-sektor strategis di daerah seperti Kabupaten Agam,” ujarnya.

Lego Priono, seorang pelaku usaha penggilingan padi, menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapannya untuk beralih ke listrik PLN.”Selama ini kami mengandalkan genset, dan biaya operasionalnya cukup besar. Dengan listrik dari PLN, usaha kami bisa lebih hemat, lebih tenang, dan lebih ramah lingkungan.Saya siap beralih karena ini solusi jangka panjang,” katanya pada Senin (23/6/2025).

Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai pemanfaatan listrik sebagai sumber energi utama, serta mendorong percepatan elektrifikasi pada sektor pertanian dan pengolahan pangan sebagai bagian dari strategi mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di Sumatera Barat.