Tutup
Perbankan

Antam Ubah Aplikasi: Jadi Superapp, Fitur Baru!

274
×

Antam Ubah Aplikasi: Jadi Superapp, Fitur Baru!

Sebarkan artikel ini
antam-rombak-aplikasi-jadi-superapps-dalam-2-pekan,-sejumlah-fitur-akan-terdampak
Antam Rombak Aplikasi Jadi SuperApps dalam 2 Pekan, Sejumlah Fitur akan Terdampak

Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus berupaya memanjakan para pelanggan setianya dengan melakukan perbaikan pada aplikasi Antam Logam Mulia. Peningkatan layanan digital ini ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie, pada Rabu (2/7/2025) menjelaskan bahwa peningkatan sistem ini akan berdampak sementara pada pengalaman transaksi pelanggan, terutama pada fitur pembelian.

“Peningkatan layanan fitur pembelian pada aplikasi Antam Logam Mulia ini diperkirakan akan terjadi dalam sekitar dua minggu ke depan. Namun demikian, Antam tetap berkomitmen untuk mempercepat pengembangan sebagai upaya membangun ekosistem investasi emas yang inklusif, inovatif, dan terpercaya,” kata Faisal.

Faisal menambahkan, pembaruan aplikasi yang pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 ini, menjadi penting untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, mengikuti perkembangan teknologi, serta menjaga posisi Antam sebagai pemimpin layanan logam mulia berbasis digital di Indonesia.

Selain fokus pada pengembangan aplikasi, Antam juga terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap produk emas berkualitas melalui berbagai saluran, seperti Butik emas Logam Mulia, marketplace resmi, hingga platform e-commerce. “Melalui inisiatif ini, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik dan menyeluruh bagi pelanggan. Revamp aplikasi Antam Logam Mulia tidak hanya sebagai platform transaksi, tetapi juga sebagai pusat layanan informasi, edukasi, dan pembelian emas dalam satu genggaman,” ujar Faisal pada Rabu (2/7/2025).

Faisal menegaskan, langkah revamp aplikasi ini merupakan bagian dari strategi Antam untuk menghadirkan layanan berbasis teknologi yang lebih modern, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.Dalam proses pengembangannya, Antam akan melakukan peningkatan menyeluruh pada tampilan antarmuka (UI/UX) serta menambahkan sejumlah fitur baru. Salah satu yang menonjol adalah penggabungan layanan emas digital BRANKAS (Berencana Aman Kelola Emas) dan penjualan emas fisik ke dalam satu ekosistem aplikasi. “Dengan integrasi ini, pengguna dapat melakukan investasi, edukasi, hingga transaksi fisik maupun digital dalam satu aplikasi terpadu,” tambah Faisal.

Sebelumnya, Pengamat Mata uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, pada Rabu (2/7/2025) memproyeksikan harga emas akan menembus level USD3.400 dalam waktu dekat, bahkan berpotensi menuju USD3.550 hingga akhir tahun 2025.

Saat ini, harga emas dunia diperdagangkan di kisaran USD3.347 per troy ounce. Ibrahim mengatakan, bila tidak ada tekanan baru, maka dalam waktu dekat harga bisa menembus USD3.376, dan dalam skenario optimistis, terus merangkak naik menuju USD3.400 dan bahkan USD3.550 hingga USD3.600 pada akhir tahun.”kalau seandainya ini kena dalam dua hari ke depan kemungkinan di USD3.400.000 akan tercapai. Kalau saya lihat secara teknikal, malam ini bahwa harga mas dunia kemungkinan besar akhir tahun di USD3.550 Ini berdasarkan teknikal malam ini.Level akhir tahun bisa berubah menjadi USD3.600,” kata Ibrahim pada Rabu (2/7/2025).

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah perkembangan terbaru di Amerika Serikat. Kongres AS,yang saat ini dikuasai oleh partai Republik,meloloskan sebuah Rancangan Undang-Undang besar-besaran yang disebut-sebut sebagai “One big Lovely field.”

RUU ini dinilai akan mengubah arah kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi AS ke depan. Namun, tidak semua pihak menyambutnya positif. Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung kebijakan Donald Trump, justru menjadi salah satu yang paling vokal mengkritik RUU tersebut.

“Nah masuknya RUU besar dan indah ini diterima oleh Kongres, disetujui oleh Kongres, kemungkinan besar akan disahkan oleh pemerintah. Ini membuat perdebatan tersendiri bagi para politikus di Amerika,” ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran investor atas arah kebijakan fiskal AS,mendorong mereka mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman seperti emas.