Sleman – Pemerintah akan membongkar ulang 500 ribu hektare lahan tebu milik petani di seluruh Indonesia.Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan petani terkait rendahnya kadar gula dalam tebu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat acara Rembuk Tani di Lanud Adisutjipto, Selasa (8/7/2025).Amran menjelaskan, rendahnya rendemen tebu yang stagnan di angka 6,7 persen selama tujuh tahun terakhir menjadi penyebab utama kurangnya semangat petani. Padahal, pemerintah menargetkan swasembada gula nasional pada 2027.
Menurutnya, akar masalah terletak pada kesalahan pola tanam. Ia mencontohkan lahan ketahanan pangan Lanud Adisutjipto yang ditanami berbagai varietas tebu.
“Kenapa rendemen tidak pernah berubah,karena regulasi yang ada. Ini cara tanamnya di belakang, maaf, ini bermacam-macam varietas dan itu harus dibongkar ulang,” kata Amran.Mentan menargetkan pembongkaran seluruh lahan tebu selesai dalam tiga tahun untuk memperbaiki rendemen.
Ia optimistis target swasembada gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi tahun depan dapat tercapai. Sementara, swasembada gula industri membutuhkan waktu lebih lama, sekitar tiga hingga empat tahun.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 1,5 triliun melalui BUMN untuk menyerap GKP petani. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli gula petani sesuai harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp14.500 per kilogram.
“Itu tolong jangan dijual di bawah harga standar, itu perintah bapak presiden dan bapak wakil presiden,” tegas Amran.







