Tutup
News

Sri Mulyani: APBN Redam Guncangan Ekonomi Global

263
×

Sri Mulyani: APBN Redam Guncangan Ekonomi Global

Sebarkan artikel ini
sri-mulyani-sebut-apbn-2024-mampu-redam-dampak-ketidakstabilan-global-bagi-ri
Sri Mulyani Sebut APBN 2024 Mampu Redam Dampak Ketidakstabilan Global Bagi RI

Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gempuran ketidakpastian global. Hal tersebut ditegaskan Menteri Keuangan sri mulyani Indrawati saat memberikan tanggapan pemerintah atas Pandangan Fraksi DPR RI terkait RUU P2 APBN TA 2024.

Dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (15/7/2025), Sri Mulyani menjelaskan bahwa APBN 2024 menjadi instrumen penting dalam menghadapi dinamika dan tekanan global yang dipicu oleh konflik geopolitik. “Kondisi demikian membuat para investor di seluruh dunia wait and see, terjadi pelemahan perdagangan, sehingga menyebabkan terganggunya stabilitas perekonomian global,” ujar Sri Mulyani.

Menurutnya,dampak dari ketidakpastian global tersebut dirasakan oleh berbagai sektor ekonomi dalam negeri,yang menciptakan iklim investasi dan perdagangan yang kurang kondusif. Selain itu, dampak El Nino juga turut memperburuk situasi dengan menyebabkan kendala panen dan lonjakan harga pangan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani memaparkan tantangan lain yang dihadapi, termasuk lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$91,2 per barel, melampaui asumsi APBN sebesar US$80 per barel. Depresiasi nilai tukar rupiah hingga rp 16.486 per dolar AS, inflasi yang sempat menembus 10,3 persen pada Maret 2024, dan pelemahan IHSG hingga level 6.726 turut menjadi perhatian. “Kondisi yang menantang tersebut Alhamdulillah sudah bisa kita lewati, dan perekonomian Indonesia saat ini berangsur pulih,” kata Sri Mulyani.Kendati demikian, Sri Mulyani meyakinkan bahwa defisit APBN 2024 terkendali di angka 2,3 persen dari PDB, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 2,7 persen. Pemerintah juga mencatatkan keberhasilan melampaui target penerimaan pajak selama empat tahun berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di angka 5,03 persen, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,94 persen, investasi sebesar 4,61 persen, serta inflasi yang berhasil ditekan hingga 1,6 persen atau jauh di bawah target APBN yang sebesar 2,8 persen. “Ini mencerminkan kombinasi antara essential ekonomi yang kita jaga, dan resiliensi atau daya tahan kita dihadapkan pada guncangan yang terus menerus,” pungkasnya.