Tutup
News

Airlangga Ajak Temasek Tingkatkan Investasi di Indonesia

218
×

Airlangga Ajak Temasek Tingkatkan Investasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
temui-petinggi-holdings,-airlangga-dorong-temasek-tambah-investasi-di-ri
Temui Petinggi Holdings, Airlangga Dorong Temasek Tambah Investasi di RI

Jakarta – Pemerintah Indonesia membuka pintu lebar bagi peningkatan investasi dari Temasek Holdings, perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,Airlangga Hartarto,menyampaikan hal ini saat menerima kunjungan Chairman of Singtel dan Temasek Board Members,Lee Theng Kiat,pada Jumat (18/7/2025).

Airlangga Hartarto menilai,Temasek memiliki peran penting dalam memajukan ekosistem bisnis di Indonesia,terutama melalui investasi pada perusahaan rintisan. “Pemerintah siap memfasilitasi peningkatan investasi Temasek di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Singapura dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Ia mengapresiasi komitmen Temasek melalui Sembcorp Urban pada awal tahun 2025 dalam pembangunan kawasan industri hijau di Jawa Barat,Tanjung Sauh,dan Tembesi,Batam.

Lee Theng Kiat menyambut baik dukungan Pemerintah Indonesia terhadap operasional bisnis Temasek di Indonesia. “indonesia tetap menjadi mitra strategis dalam pengembangan portofolio investasi Temasek di Asia tenggara. Ke depannya, Temasek akan terus mengembangkan investasi yang sudah ada dan menjajaki peluang kerja sama baru,” katanya.

Sebagai informasi,temasek telah beroperasi sejak 1974 dan memiliki portofolio investasi yang luas,mencakup sektor jasa keuangan,telekomunikasi,media,teknologi,transportasi,energi,lingkungan,dan kesehatan. Di Indonesia, Temasek memiliki investasi signifikan melalui anak perusahaannya seperti ST Engineering, Singtel, dan sembcorp, yang beroperasi di berbagai sektor seperti jaringan bisnis Siloam International Hospitals, Telkomsel, Matahari Putra Prima, DBS Bank, Olam internasional, dan Sembcorp Industries and Koppel Corporation.