Tutup
News

Pegadaian Gelar UKW, Perkuat Jurnalisme Profesional di Berbagai Wilayah

264
×

Pegadaian Gelar UKW, Perkuat Jurnalisme Profesional di Berbagai Wilayah

Sebarkan artikel ini
perkuat-pilar-jurnalisme-profesional,-pegadaian-sukses-gelar-uji-kompetensi-wartawan-di-berbagai-wilayah-indonesia
Perkuat Pilar Jurnalisme Profesional, Pegadaian Sukses Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Berbagai Wilayah Indonesia

Medan – PT Pegadaian terus berupaya meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia melalui penyelenggaraan uji Kompetensi Wartawan (UKW) di berbagai daerah. Terbaru,UKW digelar di Medan pada 9-11 Juli 2025.

Pembukaan UKW tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting,termasuk Pemimpin Kantor Pegadaian Wilayah I Medan,Maksum,Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers,Abdul Manan,serta Direktur eksekutif LPDS,kristanto Hartadi. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara sektor bisnis, regulator pers, dan lembaga pendidikan jurnalisme.Executive Vice President ESG PT Pegadaian, Rully Yusuf, menyampaikan bahwa UKW merupakan wujud dukungan Pegadaian terhadap jurnalisme yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik. “Kami sangat mengapresiasi seluruh jurnalis dan media yang telah memberikan kontribusi terhadap Pegadaian melalui eksposur publikasi di berbagai media massa, sehingga masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi mengenai produk dan layanan Pegadaian,” ujarnya.

Rully menambahkan, pihaknya menggelar Program UKW sebagai upaya dalam mendukung penguatan jurnalisme yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

UKW di Medan merupakan kelanjutan dari serangkaian program serupa yang telah sukses diselenggarakan oleh PT Pegadaian di berbagai kota, antara lain Jakarta (18-20 Maret 2025), Surabaya (6-8 Mei 2025), Bandung (21-23 Mei 2025), dan Semarang (28-30 Juni 2025).

Menurut Rully, kompetensi pers adalah bagian dari ekosistem ESG (Environmental, Social, Governance). “Dukungan terhadap UKW adalah kontribusi Pegadaian dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, adil, dan inklusif,” tegasnya.

Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Busyro Muqoddas, dalam kesempatan terpisah menekankan pentingnya menjaga etika jurnalistik. “Profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan nurani. Jika disusupi kepentingan politik atau ekonomi,maka yang lahir bukan informasi,tetapi manipulasi. UKW adalah ruang sakral untuk mengembalikan roh profesi ini kepada akar etikanya,” ujarnya saat pembukaan UKW Bandung pada mei 2025.

Busyro juga menyoroti peran Pegadaian dalam mendorong tata kelola yang akuntabel, serta pentingnya pers sebagai penjaga moral publik. “Jangan sampai perusahaan publik hanya sibuk membangun citra tanpa memperkuat sistem pengawasan. Wartawan yang kompeten dan beretika adalah bagian dari sistem pertahanan moral bangsa,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, mengapresiasi dukungan PT Pegadaian dalam menyelenggarakan UKW secara berkelanjutan. “Pegadaian menargetkan pelaksanaan UKW di 12 wilayah dan mendukung sertifikasi lebih dari 200 wartawan selama tahun 2025. Komitmen ini menunjukkan bahwa Pegadaian memahami pentingnya pers yang sehat sebagai syarat utama bagi masyarakat yang punya akses dan kendali atas informasi,” katanya.

UKW ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal, yang mengikuti ujian pada jenjang muda, madya, dan utama. Materi uji mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen redaksi hingga tantangan etika jurnalistik di era digital.

Melalui program ini,PT Pegadaian menegaskan komitmennya terhadap Lasting Advancement Goals (SDGs) 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 16 (Perdamaian,Keadilan,dan Institusi yang Tangguh). Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi BUMN lainnya untuk berkolaborasi dalam memperkuat pilar demokrasi melalui pers yang profesional dan berintegritas.