Tutup
Perbankan

Prabowo Evaluasi KEK, Menteri Ekonomi Dipanggil ke Istana

233
×

Prabowo Evaluasi KEK, Menteri Ekonomi Dipanggil ke Istana

Sebarkan artikel ini
prabowo-panggil-sri-mulyani-dan-airlangga-ke-istana,-ada-apa?
Prabowo Panggil Sri Mulyani dan Airlangga ke Istana, Ada Apa?

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/7), guna membahas perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh indonesia. Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi dan laporan terkini mengenai perkembangan KEK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan agenda utama dari pertemuan tersebut. “Agendanya nanti di dalam laporan mengenai perkembangan kawasan,” ujarnya kepada wartawan di istana Kepresidenan Jakarta, selasa (22/7).

Selain Airlangga Hartarto, sejumlah menteri lainnya juga terlihat hadir di Istana Kepresidenan Jakarta. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjadi menteri pertama yang tiba di kompleks istana sekitar pukul 14.14 WIB.

Setelah Budi Santoso, hadir pula Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, disusul oleh Airlangga Hartarto, dan kemudian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Selanjutnya, Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.Berdasarkan data dari situs resmi KEK, saat ini terdapat 23 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. KEK terbaru yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah KEK di Sanur, bali.Data menunjukkan bahwa sejak awal pendirian hingga Juni 2024, 22 KEK (sebelum Sanur) telah berhasil menarik investasi senilai Rp205,2 triliun. Selain itu, KEK-KEK tersebut juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 132.227 orang, dengan total 368 pelaku usaha yang aktif beroperasi di dalamnya.