Tutup
News

AI Geser Pekerjaan? Ini 5 Profesi Baru yang Justru Booming!

206
×

AI Geser Pekerjaan? Ini 5 Profesi Baru yang Justru Booming!

Sebarkan artikel ini
nasib-pekerja-kantoran-di-era-ai,-5-karier-ini-bisa-jadi-‘penyelamat’
Nasib Pekerja Kantoran di Era AI, 5 Karier Ini Bisa Jadi ‘Penyelamat’

Jakarta – Di tengah perdebatan tentang ancaman kecerdasan buatan (AI) terhadap lapangan kerja, laporan terbaru justru memberikan angin segar.Teknologi AI diprediksi akan membuka peluang karier baru bagi masyarakat.

Sebuah laporan dari new Trader U yang dirilis pada Kamis (24/7/2025), mengidentifikasi lima profesi kelas menengah yang diperkirakan akan mengalami lonjakan pertumbuhan hingga tahun 2030 seiring dengan perkembangan pesat AI.

Profesi-profesi ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan untuk menyelaraskan kemampuan teknologi dengan pemahaman manusia. Adaptasi, pembelajaran berkelanjutan, serta pemahaman mendalam tentang cara kerja dan dampak AI menjadi kunci keberhasilan di era kerja yang semakin kolaboratif.

Berikut adalah lima jenis karier white collar baru yang diprediksi akan booming dalam lima tahun ke depan:

  1. Auditor Model AI & Spesialis Kepatuhan Etika

profesi ini berperan sebagai pengawas dalam implementasi sistem AI, memastikan keadilan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Tugas mereka meliputi audit algoritma, pemantauan bias dalam data, dan penyusunan pedoman etika internal. latar belakang yang relevan mencakup ilmu data, hukum, kebijakan publik, dan manajemen risiko. Keterampilan yang dibutuhkan antara lain statistik, pemrograman dasar, dan pemahaman etika. Sektor yang membutuhkan profesi ini meliputi layanan keuangan, layanan kesehatan, dan SDM.

  1. prompt Engineer & Pelatih Sistem AI

Profesi ini bukan sekadar pengguna AI,melainkan ahli dalam merancang dan menyempurnakan prompt agar AI menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Mereka juga membantu perusahaan dalam proses fine-tuning model AI agar lebih akurat dan efisien. Profesi ini menggabungkan kemampuan teknis, logika, dan kreativitas, serta cocok untuk mereka yang berasal dari latar belakang penulisan teknis, pengembangan perangkat lunak, atau analis bisnis.

  1. Spesialis Integrasi AI & Kolaborasi Manusia-AI

Fokus pekerjaan ini adalah mengintegrasikan AI ke dalam sistem kerja manusia secara mulus,tanpa mengganggu produktivitas. Tugasnya meliputi analisis proses kerja,pelatihan karyawan dalam menggunakan AI,dan pengelolaan perubahan budaya kerja. Mereka juga berperan penting dalam mengatasi kecemasan karyawan terkait otomatisasi, serta membantu perusahaan mengoptimalkan sinergi antara manusia dan mesin.

  1. Analis Keamanan Siber AI

Seiring meningkatnya penggunaan AI, ancaman keamanan siber pun ikut berevolusi.Analis Keamanan Siber AI bertugas melindungi sistem AI dari serangan seperti data poisoning, model theft, hingga manipulasi output. Profesi ini menuntut pemahaman mendalam tentang keamanan jaringan, algoritma machine learning, dan cara kerja serangan siber modern. Cocok untuk profesional IT yang ingin beralih fokus ke keamanan AI.

  1. Analis Data Kesehatan yang Ditingkatkan AI

bidang kesehatan juga menjadi lahan subur bagi integrasi AI. Analis data kesehatan berbasis AI membantu menerjemahkan output dari algoritma diagnosis ke dalam langkah klinis yang lebih akurat. Mereka menjadi penghubung antara tim medis dan teknologi, serta berkontribusi dalam peningkatan layanan, efisiensi rumah sakit, hingga pengembangan obat baru. Keahlian di bidang statistik, informatika medis, dan regulasi kesehatan sangat dibutuhkan di sini.

Kemunculan profesi-profesi ini membuktikan bahwa masa depan dunia kerja tidak hanya tentang robot yang mengambil alih pekerjaan manusia. Justru, akan muncul lebih banyak ruang bagi profesi yang menekankan kemampuan unik manusia seperti berpikir strategis, komunikasi, empati, dan pertimbangan etis.

Adaptasi menjadi kunci utama. Tidak perlu menjadi ilmuwan komputer untuk bersaing, tetapi penting untuk terus belajar dan terbuka terhadap cara kerja baru yang didukung AI. Dengan begitu, setiap individu tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang di tengah transformasi digital yang terus berjalan.