Tapan – Universitas Andalas (Unand) bersama pemerintah nagari dan kecamatan setempat bersinergi dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan.Bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan dengan peresmian Posko Gizi di Nagari Dusun Baru Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Selasa (15/7/2025).
yeffi Masnarivan, dosen pembimbing lapangan KKN Unand, menjelaskan bahwa posko ini mengusung tema “Tingkatkan tumbuh kembang Anak Bangsa Menuju Generasi Emas 2045.”
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Camat Tapan Syamwil, kepala Puskesmas Kecamatan Tapan dr. Elfrina Mirna,Wali Nagari Dusun Baru Dedi Chandra,perangkat desa,serta tenaga kesehatan setempat.
Camat Tapan Syamwil mengapresiasi inisiatif ini dalam sambutannya. “Kami sangat mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari program berkelanjutan pemerintah kecamatan,” ujarnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat sekitar 4,7 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting. Di Sumatera Barat, lebih dari 79.000 balita mengalami kondisi serupa hingga akhir 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan mencatat adanya 2.314 balita stunting pada 2023, meningkat dari tahun sebelumnya.
Posko Gizi ini akan fokus pada intervensi langsung di wilayah terdampak, dengan menyasar 11 anak stunting dan 2 ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Menu makanan yang diberikan telah disusun sesuai standar gizi oleh pihak puskesmas.
Kader perempuan Nagari Dusun Baru akan bertugas mengelola dapur dan menyiapkan makanan setiap pagi. mahasiswa KKN Unand juga membagikan yoghurt probiotik kepada anak-anak dan ibu hamil.
Yeffi menjelaskan pada selasa (15/7/2025), bahwa yoghurt mengandung bakteri baik yang penting untuk kesehatan saluran cerna, protein, dan kalsium. “Yoghurt mengandung bakteri baik yang penting untuk kesehatan saluran cerna, protein, dan kalsium,” jelasnya.
Kader posyandu yang terlatih akan memantau perkembangan anak secara rutin. Pemerintah nagari dan kecamatan berkomitmen penuh mendukung program ini. Posko Gizi diharapkan menjadi pusat layanan dan edukasi yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Ke depan, Posko Gizi akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Keberlanjutan program diharapkan menjadi model bagi nagari lain di Pesisir Selatan. Sinergi antara pemerintah desa, puskesmas, kader posyandu, dan mahasiswa KKN Unand menjadi fondasi kuat dalam menekan angka stunting.
penulis: Zul Azizir Rasyid (mahasiswa Program Studi Kedokteran) dan Yuza Ahmad Gumilang (Program Studi Kimia), Universitas Andalas.







