Tutup
News

Menilik ‘Dapur Raksasa’ IMIP: Jantung Hilirisasi Industri Nikel Nasional di Morowali

300
×

Menilik ‘Dapur Raksasa’ IMIP: Jantung Hilirisasi Industri Nikel Nasional di Morowali

Sebarkan artikel ini
menilik-‘dapur-raksasa’-imip:-jantung-hilirisasi-industri-nikel-nasional-di-morowali
Menilik ‘Dapur Raksasa’ IMIP: Jantung Hilirisasi Industri Nikel Nasional di Morowali

Morowali – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Sulawesi Tengah, terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui hilirisasi nikel. Investasi yang digelontorkan hingga tahun 2024 mencapai USD 34,3 miliar,menjadikan kawasan ini sebagai pusat industri nikel terbesar di Asia Tenggara.

Dengan luas lahan 4.000 hektare, IMIP menghasilkan 4,2 juta ton Nickel Pig Iron (NPI) per tahun. Selain NPI, kawasan ini juga memproduksi stainless steel, carbon steel, dan bahan baku baterai lithium-ion.

Pada 20-23 Juli 2025, sejumlah jurnalis berkesempatan mengunjungi langsung kawasan PT IMIP Morowali untuk melihat lebih dekat proses pengolahan nikel, rantai pasok industri, serta manfaat yang diberikan IMIP bagi Indonesia.

De visa dari ekspor produk IMIP pada tahun 2024 mencapai USD 15,45 miliar. Untuk menopang produksi, IMIP menyerap tenaga kerja yang signifikan. Dalam lima tahun terakhir, jumlah tenaga kerja melonjak 100 kali lipat, dari 35.952 pekerja pada tahun 2020 menjadi 85.520 pekerja per Juni 2025.

Terdapat tiga klaster utama di dalam kawasan industri IMIP, yaitu Klaster Stainless steel, Klaster Carbon Steel, dan Klaster EV battery Materials. Klaster Stainless Steel meliputi pengolahan bijih nikel menjadi Nickel Pig Iron (NPI) hingga Stainless Steel Slab.klaster Carbon Steel meliputi pengolahan Coke, Steel Scrap Processing, dan Steel Hot Rolled Coil. Sementara Klaster EV Battery Materials meliputi pengolahan Sulfuric Acid, MHP, dan Electrolytic Nickel.

Communications Director PT IMIP, Emilia Bassar, mengatakan, terdapat sekitar 50 tenant di dalam Kawasan IMIP. “Antara lain berasal dari China, Jepang, Korea, Australia, Indonesia,” katanya.Emilia merinci beberapa tenant utama dalam Kawasan IMIP adalah Indonesia Tsingshan stainless Steel (ITSS), Dexin Steel Indonesia (DSI), QMB new Energy Materials, Huayue Nickel Coblat Indonesia (HYNC), CNGR Ding Xing New Energy (CDNE), dan Merdeka Tsinghan Indonesia (MTI).

Saat memasuki kawasan IMIP, pemandangan industrialisasi yang masif langsung terasa. Deretan pabrik dengan mesin-mesin canggih berjajar, pipa-pipa