Tutup
NewsPeristiwa

IMF Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang, China Pendorong Utama

393
×

IMF Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang, China Pendorong Utama

Sebarkan artikel ini
imf-revisi-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-di-2025-jadi-4,1%
IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang di 2025 Jadi 4,1%

Jakarta – Prospek ekonomi negara berkembang menunjukkan sinyal positif. Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut menjadi 4,1 persen.

Revisi ini tertuang dalam laporan World economic Outlook (WEO) edisi Juli 2025.

Direktur Departemen Riset IMF,Pierre-Olivier Gourinchas,mengungkapkan bahwa peningkatan proyeksi ini didorong oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya pada semester pertama tahun ini.

“Meskipun ada perkembangan yang menggembirakan ini, tarif masih tetap tinggi secara historis dan kebijakan global masih sangat tidak pasti,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).

Gourinchas menambahkan, pelonggaran tarif oleh Amerika Serikat (AS) terhadap mitra dagangnya, termasuk China, turut berkontribusi pada revisi tersebut.

Kendati demikian, IMF tetap mewaspadai kerentanan ekonomi global di tengah proses negosiasi yang berlangsung.

Lebih lanjut, Gourinchas menjelaskan bahwa revisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang sangat dipengaruhi oleh kinerja ekonomi china.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,8 persen,melampaui proyeksi sebelumnya yang hanya 4,0 persen.

Pertumbuhan ekonomi China pada 2025 direvisi naik sebesar 0,8 poin persentase menjadi 4,8 persen, dibandingkan dengan proyeksi pada April 2025.

Menurut Gourinchas, revisi ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada paruh pertama tahun 2025, serta penurunan signifikan pada tarif perdagangan antara China dan AS.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi India untuk periode 2025-2026 diproyeksikan sebesar 6,4 persen, angka yang juga mengalami sedikit revisi naik.

Hal ini mencerminkan lingkungan eksternal yang lebih kondusif dibandingkan dengan asumsi sebelumnya dalam proyeksi acuan pada April 2025.