Tutup
News

Bantuan Sumur Bor Diduga Dipersulit, Warga Geruduk Kantor Walinagari Gadut

301
×

Bantuan Sumur Bor Diduga Dipersulit, Warga Geruduk Kantor Walinagari Gadut

Sebarkan artikel ini
bantuan-sumur-bor-diduga-dipersulit,-warga-geruduk-kantor-walinagari-gadut
Bantuan Sumur Bor Diduga Dipersulit, Warga Geruduk Kantor Walinagari Gadut

AGAM – Polemik bantuan sumur bor air bersih mewarnai Nagari Gadut, Kabupaten Agam. Puluhan warga Padang Rajo mendatangi kantor walinagari pada Senin (4/8), mempertanyakan dugaan pemerintah setempat mempersulit realisasi bantuan dari pihak ketiga. Akibatnya, bantuan tersebut dialihkan ke nagari lain yang dinilai lebih membutuhkan.

Dona, salah seorang warga Padang Rajo, mengungkapkan kekecewaannya usai pertemuan di kantor Walinagari Gadut. “Kita kecewa karena niat baik donatur itu tidak direspon dengan baik,” ujarnya.

Diceritakan Dona, warga Padang Rajo telah puluhan tahun kesulitan air bersih.Selama ini,mereka harus membeli air dengan harga Rp 80 ribu per tangki.untuk keperluan MCK, warga mengandalkan air limbah dari kolam masjid, yang bahkan saat kemarau pun menyusut.

Kondisi tersebut mengundang kepedulian Ida ardjunas Abdul Malik, Owner Mitra Arena, yang bersedia membantu warga dengan membuat sumur bor air bersih. Ida sebelumnya telah banyak membantu warga Jorong Padang Rajo dalam bentuk paket sembako. Warga kemudian menyampaikan keluhan terkait sulitnya air bersih kepada Ida.

Ida menyambut baik usulan tersebut dan bersedia membantu pengadaan air bersih dengan syarat pembebasan lahan untuk menggali sumur. Warga pun mempersiapkan lokasi dan konsep surat permohonan hibah kepada pemilik lahan.

Namun, sebelum diajukan ke pemilik lahan, warga berkonsultasi dengan walijorong. Alih-alih membantu, walijorong justru merobek surat tersebut di hadapan walinagari. Selain itu, warga juga mendapat informasi dari seorang kader bahwa nagari telah menyiapkan dana Rp 500 ribu untuk membangun sumber air bersih, sehingga dana dari donatur sebaiknya digunakan untuk hal lain.

Informasi ini sampai ke telinga donatur,yang kemudian mengalihkan dananya ke nagari lain. Merasa kecewa, warga mendatangi kantor Walinagari Gadut.

Setelah bertemu dengan walinagari, warga mengetahui bahwa dana tersebut masih dalam proses pengajuan ke pemerintah provinsi. “Kita sudah ajukan permohonan, namun belum dipastikan kapan direalisasikan (dicairkan),” kata edison, Walinagari Gadut. Ia bahkan meminta absen warga yang datang sebagai penguat permohonan ke pemerintah provinsi.

Menanggapi dugaan mempersulit pengurusan penyediaan air bersih, Jorong PGRM, Dika, Walinagari Edison, dan camat Tilatang Kamang, Noviardi ismail, membantah tudingan tersebut. “Kita tidak mempersulit pengurusan pengadaan sumur bor air bersih di Padang Rajo,” ujar mereka.

Dika mengakui merobek surat permohonan hibah, namun beralasan karena konsep surat yang diajukan salah. Edison juga membantah mempersulit, dan mengklaim mendukung kegiatan tersebut, hanya saja lokasi harus jelas sebelum pekerjaan dimulai.

noviardi Ismail juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menghalangi atau mempersulit pengadaan air bor. “Itu informasi tidak benar,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa ia telah memfasilitasi keinginan donatur dengan mengkomunikasikannya dengan pihak walinagari maupun jorong. “Hal itu sudah kita fasilitasi dengan mengkomunikasikannya dengan pihak wali nagari maupun jorong,” ujarnya.

Sementara itu, Owner Mitra Arena, Ida Ardjunas Abdul Malik, membenarkan telah mengalihkan dana untuk membangun sumur bor ke nagari lain.Ia menyatakan siap mengalokasikan kembali bantuan untuk warga Jorong Padang Rajo jika walinagari mengajukan permohonan secara tertulis. “Jika itu ada kita siap mengalokasikan dana tanpa batas untuk pengadaan air bersih di kampung itu,” tegasnya.