Tutup
News

AI Ancam Pekerjaan Kantoran: Microsoft Ungkap 10 Profesi Paling Rentan

262
×

AI Ancam Pekerjaan Kantoran: Microsoft Ungkap 10 Profesi Paling Rentan

Sebarkan artikel ini
10-pekerjaan-ini-paling-terancam-ai-menurut-microsoft,-ada-profesi-anda?
10 Pekerjaan Ini Paling Terancam AI Menurut Microsoft, Ada Profesi Anda?

Jakarta – Gelombang otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan mengubah peta persaingan di dunia kerja. Microsoft dalam laporan terbarunya mengindikasikan sejumlah pekerjaan di sektor perkantoran berpotensi besar digantikan oleh sistem AI.

Laporan berjudul “Working with AI: Measuring the Occupational Implications of Generative AI” menganalisis interaksi pengguna dengan Bing copilot sepanjang 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa AI semakin mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh tenaga manusia.

Laporan tersebut mengidentifikasi empat kategori tugas utama yang kini banyak dibantu oleh AI,yaitu pengumpulan informasi,penulisan,pengajaran,dan pemberian saran. kondisi ini menempatkan sejumlah pekerjaan yang sangat bergantung pada tugas-tugas tersebut pada tingkat risiko yang tinggi.

Berikut adalah daftar 10 pekerjaan yang menurut penilaian Microsoft paling rentan terhadap otomatisasi AI:

  1. Interpreter dan Penerjemah
  2. Sejarawan
  3. Pramugari dan petugas penumpang
  4. Sales jasa
  5. Penulis dan editor
  6. Customer service
  7. Programmer CNC (Computer numerical Controller)
  8. Operator telepon
  9. Agen tiket dan petugas travel
  10. Penyiar radio dan DJ

Lima dari sepuluh profesi yang terancam tersebut berasal dari sektor layanan pelanggan dan komunikasi. Microsoft dalam laporannya yang dikutip dari CNBC, Kamis (7/8/2025), menyatakan bahwa “98% aktivitas kerja interpreter kini bisa dilakukan AI seperti Copilot.”

Profesi yang melibatkan penulisan, menjawab pertanyaan, atau memberikan arahan juga menghadapi risiko serupa. Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan keterampilan fisik atau empati tinggi, seperti perawat, teknisi kapal, dan tukang tambal ban, dinilai lebih aman dari ancaman AI.

CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan AI. “Anda nggak akan kehilangan kerja karena AI, tapi karena orang yang tahu cara pakai AI,” tegasnya dalam konferensi Milken Institute 2025.

Sejumlah perusahaan seperti Shopify,Fiverr,dan Duolingo bahkan telah mewajibkan karyawan untuk memanfaatkan AI dalam pekerjaan mereka. Perusahaan-perusahaan ini juga menyatakan akan memprioritaskan perekrutan untuk posisi yang tidak dapat diotomatisasi.

Robert E. Siegel dari Stanford berpendapat bahwa keterampilan manusia seperti empati, rasa ingin tahu, kecerdasan emosional, komunikasi, dan kepemimpinan akan tetap menjadi aset berharga di era AI.”Alih-alih takut, lihat revolusi AI ini sebagai kesempatan untuk berevolusi,” pungkasnya.