PADANG – Fauzi, seorang perajin bambu lokal, sukses memamerkan lampu hias anyaman buatannya yang memukau di tengah semarak Gastro Experience Market, Kota Tua. Karya kerajinan tangan yang memadukan estetika tradisional dan modern ini berhasil menarik perhatian pengunjung.
Lampu hias bambu karya Fauzi ini memancarkan keindahan tersendiri. pantulan cahaya yang keluar dari sela-sela anyaman bambu menciptakan pola bayangan yang indah, memberikan kesan hangat dan elegan pada ruangan.
Fauzi menjelaskan, lampu hias bambu yang dibuatnya memiliki keunikan tersendiri dan tetap berfungsi sebagai penerangan. “Kami membuat lampu hias bambu yang unik, enak dipandang, dan tetap mempertahankan fungsi pencahayaannya,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (9/8/2025).
Proses pembuatan lampu hias ini membutuhkan ketelitian ekstra, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pemotongan yang presisi, pembentukan yang cermat, hingga penganyaman yang rapi. Fauzi menambahkan, meskipun satu lampu dapat diselesaikan dalam beberapa jam, ukuran dan desainnya dapat disesuaikan dengan keinginan pembeli.
Selain memamerkan hasil karyanya, Fauzi juga memberikan motivasi kepada perajin muda untuk berani menampilkan kreasi mereka. Ia berharap warisan tradisional dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari estetika ruang modern.
“Saya berharap teman-teman yang suka membuat anyaman lebih percaya diri berkarya, lampu anyaman bambu bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga bukti bahwa warisan tradisional dapat menjadi bagian dari estetika ruang modern tanpa kehilangan nilai budaya,” pungkasnya pada Sabtu (9/8/2025).







