Tutup
News

PKK Padang Gerakkan Ibu Rumah Tangga Pilah Sampah dari Rumah

307
×

PKK Padang Gerakkan Ibu Rumah Tangga Pilah Sampah dari Rumah

Sebarkan artikel ini
siap-gondol-adipura,-pkk-kota-padang-dorong-peran-irt-jadi-garda-terdepan-pemilahan-sampah
Siap Gondol Adipura, PKK Kota Padang Dorong Peran IRT Jadi Garda Terdepan Pemilahan Sampah

Padang – wakil Ketua I TP-PKK Kota Padang, Sri hayati Maigus Nasir, menyoroti peran ibu rumah tangga sebagai kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di kota Padang. Ia menyerukan agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, lebih aktif dalam pengelolaan sampah dengan memulai pemilahan dari sumbernya.

menurut Sri Hayati,pemilahan sampah di tingkat rumah tangga merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah terakhir (TPST). “Volume sampah terus meningkat setiap tahun, dan ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya saat lokakarya pengelolaan sampah di Kota Padang, Selasa (12/8/2025). Ia menambahkan, “Kita harus memaksimalkan pemilahan dari rumah tangga, dimulai dari ibu-ibu.TP PKK adalah ujung tombak yang bisa menggerakkan kesadaran ini.”

Lebih lanjut, Sri Hayati menjelaskan bahwa pemilahan sampah bukan hanya sekadar tindakan teknis, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah,organisasi kemasyarakatan,dan masyarakat luas untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.

“Kalau semua pihak berkomitmen, kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” imbuhnya.

Lokakarya tersebut diharapkan dapat memunculkan ide-ide inovatif dalam pengelolaan sampah, termasuk strategi untuk memperkuat peran serta masyarakat dan organisasi. Sri Hayati optimis, jika pemilahan sampah dimulai dari rumah dan dilakukan secara berkelanjutan, jumlah sampah yang masuk ke TPST dapat berkurang secara signifikan.

Sri Hayati juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi masalah sampah. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kunci keberhasilan ada di masyarakat. Kalau rumah tangga sudah terbiasa memilah, maka proses pengolahan di tingkat kota akan jauh lebih ringan,” pungkasnya.