Tutup
News

UNP Tingkatkan Mutu Pendidikan Inklusif, Dampingi Guru Terapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

290
×

UNP Tingkatkan Mutu Pendidikan Inklusif, Dampingi Guru Terapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Sebarkan artikel ini
unp-dampingi-65-guru-sd-terapkan-pembelajaran-berdiferensiasi-dan-tata-kelola-sekolah-ramah-disabilitas
UNP Dampingi 65 Guru SD Terapkan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Tata Kelola Sekolah Ramah Disabilitas

PADANG PARIAMAN – Guna meningkatkan kualitas pendidikan inklusif,Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menggelar pendampingan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan tata kelola sekolah ramah disabilitas di Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan yang menyasar Kenagarian Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (11/8/2025) hingga Sabtu (12/8/2025).Ketua tim, Prof.Dr. Marlina, S.Pd.,M.Si., memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi oleh anggota tim yang terdiri dari Syari Yuliana, M.Pd., Endang Sri Handayani, M.Pd., dan Wirdatul Aini, M.Pd. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) FIP UNP turut serta dalam membantu kelancaran kegiatan.

Sebanyak 65 guru Sekolah Dasar dari berbagai nagari di Kecamatan Sungai Geringging terlibat aktif dalam program ini. Para peserta mendapatkan materi tentang asesmen pembelajaran berdiferensiasi, asesmen kelayakan sekolah ramah disabilitas, serta pendampingan dalam merancang Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) modifikatif.

Pada hari kedua, Sabtu (12/8/2025), kegiatan difokuskan pada praktik langsung di kelas III SDN 07 Sungai Geringging. Praktik ini diakhiri dengan Lesson study berdasarkan tampilan guru praktikan, Deswita. Seluruh peserta guru berperan sebagai observer, mengamati pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas menggunakan Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi.

Prof. Marlina menjelaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mengakomodasi keberagaman gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa.”Sedangkan sekolah ramah disabilitas memastikan semua anak, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan hak pendidikan yang setara,” ujarnya.

Selain paparan materi, kegiatan juga mencakup sesi coaching dan mentoring, simulasi pengelolaan kelas inklusif, dan diskusi kelompok. Ketua K3SD Sungai Geringging yang hadir pada pembukaan acara menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Pendampingan ini menjadi pencerahan bagi guru-guru kami untuk lebih siap menyambut keberagaman di kelas,” katanya.

UNP berharap, melalui kegiatan ini, para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah masing-masing. Selain itu, UNP juga berharap dapat membangun lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh siswa.