Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto terus berupaya membenahi infrastruktur jalan, baik jalan kota maupun jalan provinsi. Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung Sawahlunto sebagai kota warisan budaya dunia UNESCO.
Sejumlah ruas jalan kota yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah, kini telah diperbaiki dan mulus, seperti Simpang PUPR – Kandi, dan Simpang Taman Makam Pahlawan Kubang Sirakuk – Kelok 16. Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dan Wakil Wali Kota, Jefrri. Program ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi, memperindah kota, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Namun, kondisi berbeda masih terlihat pada ruas Jalan Provinsi sepanjang kurang lebih 7 km dari Karang Anyar hingga Lubang Panjang. Kerusakan jalan ini telah berlangsung menahun, dengan kondisi berlubang, bergelombang, dan terbelah di beberapa titik, seperti di depan Mapolres, Kelok Macan, sekitar Kantor Desa Santur, Perumahan Empat, depan KUA Barangin, Pasar Baru, Waringin Lubang Panjang hingga menjelang Kantor Balai Kota Sawahlunto, Melok Cendol, serta kelok Sago Burju.
Asisten II Bidang Pembangunan setdako Sawahlunto, Eva Rimsyah, menjelaskan, perbaikan jalan provinsi tersebut akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp8.754.755.500 yang bersumber dari PAD Provinsi Sumatera Barat melalui APBD 2025. Pekerjaan ini berdasarkan kontrak bernomor 620/05.1/P.038-BM/KTR/VI/2025 tertanggal 5 Juli 2025, dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.”Namun, pengerjaan penuh baru dimulai setelah pelaksanaan seminar kota warisan dunia UNESCO yang akan dihadiri delegasi dari 40 negara pada akhir Agustus mendatang,” kata Eva saat dikonfirmasi pada Jumat (10/8).







