Tutup
Perbankan

Telkom Cetak Laba Rp11 Triliun di Kuartal II-2025

236
×

Telkom Cetak Laba Rp11 Triliun di Kuartal II-2025

Sebarkan artikel ini
telkom-torehkan-laba-bersih-rp11-t-di-kuartal-ii-2025
Telkom Torehkan Laba Bersih Rp11 T di Kuartal II 2025

Jakarta – di tengah sengitnya persaingan industri telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mencatatkan kinerja positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp11 triliun pada kuartal II tahun 2025. Perolehan ini menjadi sinyal kuat ketahanan perusahaan di era digital.Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi tercatat sebesar Rp36,1 triliun dengan margin 49,5 persen.

Dalam keterangan tertulisnya, kamis (21/8), pihak Telkom mengungkapkan bahwa laba bersih perseroan mencapai Rp11 triliun dengan margin 15 persen.

Analis Mandiri Sekuritas, Henry Tedja, memprediksi Telkom berpotensi mencatatkan perbaikan pendapatan pada semester kedua tahun 2025. Menurutnya, hal ini didukung oleh perbaikan daya beli masyarakat dan kondusivitas industri telekomunikasi. Henry menambahkan, Telkom memiliki daya saing yang kuat di pasar digital berkat jaringan yang luas dan jumlah pengguna yang besar. “Kami melihat anak usaha yang bergerak di bidang infrastruktur digital berpotensi memberikan peningkatan kontribusi pendapatan dan laba bagi perusahaan di masa mendatang,” ujarnya.

Infrastruktur digital yang dimaksud henry meliputi bisnis data center, bisnis jaringan telekomunikasi last-mile dan backbone, serta bisnis kabel bawah laut yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara.

Namun, henry mengingatkan bahwa bisnis telekomunikasi sudah mencapai tahap mature, sehingga kontribusi bisnis konsumen terhadap total pertumbuhan pendapatan di masa mendatang kemungkinan akan berkurang.

Oleh karena itu, Henry menyarankan agar bisnis Telkomsel bertumpu pada peningkatan penetrasi fixed broadband di Indonesia. Selain itu, Telkom juga disarankan untuk melakukan konsolidasi aset dan membuka akses infrastruktur tersebut kepada pihak luar. “Hal ini juga akan mengoptimalkan asset return dalam jangka panjang,” pungkas Henry.

Sementara itu, bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi (IT) masih menjadi tulang punggung pendapatan Telkom, dengan kontribusi mencapai Rp42,5 triliun.